Oleh Dr. Slamet Muliono Redjosari, Wakil Ketua Bidang MPK DDII Jatim
Dewandakwahjatim.com, Mojokerto – – Dalam raker XIII, 27-28 Desember 2025 di hotel Arayanna menggagas “Kampung Timur Tengah.” Gagasan untuk menciptakan ekosistem bahasa arab yang hidup, meningkatkan ekonomi warga melalui edukasi dan budaya, serta mengintegrasikan kehidupan pesantren dengan masyarakat secara produktif. Hal ini jelas merupakan kabar menggembirakan sekaligus mimpi besar, serta membutuhkan keseriusan stakeholder pesantren.
Kampung Berbahasa Arab
Mimpi besar menjadikan Kampung Timur Tengah di dusun bisa jadi mengagetkan banyak pihak. Sinergi pesantren eLKISI dan warga dusun merupakan buah dari pemikiran pentingnya pesantren mewarnai kampung di suatu desa.
Dengan menjadikan dusun sekitar pesantren sebagai pusat pembelajaran Bahasa arab berbasis lingkungan, dan membangun interaksi kultural antara masyarakat dengan dunia Timur Tengah, maka kampung Timur Tengah semakin menunjukkan relevansinya bahwa pesantren mampu berkontribusi pada warga sekitar.
Gagasan kampung Timur Tengah bukan mimpi kosong. Keberadaan markaz Lughah, dan santri Azhari serta pendampingan tiga syaikh dari Mesir yang sekaligus mengajar di pesantren eLKISI, menjadi penopang gagasan besar ini. Kerjasama dengan jejaring Al-Azhar semakin mengokohkan gagasan agung ini.
Dukungan dari perangkat desa yang kuat dan masyarakat sekitar yang pro-aktif menjadi modal besar. yang kuat. Karena warga dusun inilah yang akan mensuport sekaligus tuan rumah di wilayah ini, sehingga terwujudnya gagasan kampung Timur Tengah ini semakin jelas.
Warga masyarakat disiapkan untuk bisa berbahasa arab dengan pelatihan-pelatihan, serta menyiapkan makanan bertaste Timur Tengah, yang sebelumnya dilatih memasak makanan khas arab. Disinilah akan mudah memudahkan terwujudnya kampung yang rekreatif dengan belanja serta bisa menggunakan Bahasa Arab
Gapura “Selamat datang di Kampung Timur Tengah” merupakan contoh bentuk partisipasi masyarakat yang akan membentuk image kampung yang selama ini terkesan tak terdidik dan tak tersentuh oleh keberadaan pesantren. Namun akhirnya bisa berubah menjadi masyarakat yang mensupport lahirnya generasi bangsa berbasi pesantren.
Pesantren dan Ekosistem Bahasa
Gagasan untuk menciptakan ekosistem bahasa arab layak untuk mendapatkan apresiasi.
Lingkungan Bahasa yang hidup menunjukkan eksistensi pesantren. Dengana adanya kampung Timur Tengah otomatis akan meningkatkan ekonomi warga melalui edukasi dan budaya. Dua hal ini jelas sebagai proyek integrasikan kehidupan pesantren dengan masyarakat secara produktif. Ide ini merupakan kabar menggembirakan bagi seluruh stakeholder pesantren yang sudah mendunia.
Gagasan besar menjadikan dusun sekitar pesantren sebagai pusat pembelajaran Bahasa arab bukan hal yang mustahil. Kampung Timur Tengah jelas menunjukkan bahwa pesantren bukan hanya berkontribusi pada santri, tetapi kepada warga sekitar.
Surabaya, 28 Desember 2025
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
