Surat Untuk Najasy: Sebuah Contoh Jihad Literasi Dakwah Awal Islam

Oleh Ridwan Ma’ruf,
Ketua Majelis Pertimbangan DDII Kab Sidoarjo ( 2024 – 2029 )
Pendiri Tahfidz Islamic School Al Fatih Sidoarjo, dan Praktisi Spiritual Parenting Sidoarjo

https://t.me/ridwanmaruf

Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Konsep “jihad” sendiri berarti mencurahkan segenap kemampuan menegakkan agama Allah demi mencapai ridha-Nya, yang tidak hanya terbatas pada peperangan fisik. Dalam konteks literasi, ini berarti perjuangan tiada henti untuk menyebarkan risalah Islam, mengatasi kebodohan, dan memerangi hawa nafsu dengan ilmu pengetahuan ( Literasi ). Pada periode selanjutnya, Nabi Muhammad Saw juga menggunakan literasi sebagai media dakwah dengan mengirimkan surat-surat kepada para pemimpin suku dan penguasa negara lain, mengajak mereka untuk masuk Islam. Hal tersebut dijelaskan dalam hadits shahih :

أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلِّ جَبَّارٍ يَدْعُوهُمْ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى وَلَيْسَ بِالنَّجَاشِيِّ الَّذِي صَلَّى
عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Bahwa Nabi Saw pernah mengirim surat kepada Kisra (raja persi), Qaishar (raja Romawi), raja Najasyi, dan kepada semua penguasa diktator. Beliau mengajak mereka untuk beriman kepada Allah Ta’ala. Bukankah raja Najasyi pernah disalatkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ( saat wafat )?.” ( HR. Muslim No.3323 – Shahih ) .

Nabi Saw juga pernah mengirim surat kepada Heraklius. Isi suratnya sebagaimana berikut :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

مِنْ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللَّهِ إِلَىٰ هِرَقْلَ عَظِيمِ الرُّومِ، سَلَامٌ عَلَىٰ مَنِ اتَّبَعَ الْهُدَىٰ. أَمَّا بَعْدُ: فَإِنِّي أَدْعُوكَ بِدِعَايَةِ الْإِسْلَامِ، أَسْلِمْ تَسْلَمْ، يُؤْتِكَ اللَّهُ أَجْرَكَ مَرَّتَيْنِ، فَإِنْ تَوَلَّيْتَ فَإِنَّ عَلَيْكَ إِثْمَ الْأَرِيسِيِّينَ.

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Dari Muhammad bin Abdullah utusan Allah
Untuk Heraklius, penguasa Romawi yang mulia
Selamatlah bagi yang mengikuti petunjuk.

Amma ba’du.
Aku mengajakmu dengan ajakan Islam. Masuklah ke dalam Islam, niscaya engkau akan selamat. Allah akan memberikan kepadamu dua pahala. Jika menolak, maka engkau akan menanggung semua dosa orang-orang Arisin (penduduk Romawi).” ( HR. Bukhari – Shahih )

Dari dua kisah hadits diatas, dapatlah diambil pelajaran yang Agung, bahwa tersebarnya Islam oleh Nabi Saw adalah dengan Jihad Literasi, disamping tersebarnya Ilmu, juga Nabi Saw mengajarkan kepada kita tentang pentingnya dakwah hikmah ( kearifan ) dan nasehat kebaikan secara lisan ataupun tulisan.

Wahyu Pertama Tentang Perintah Literasi

Allah Ta’ala berfirman dalam Al ‘Alaq ayat 1 :

ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ

” Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, “

Ayat diatas secara eksplisit , Allah Ta’ala memerintahkan kepada kaum muslimin untuk menghidupkan budaya baca , yang menjadi fundamental bagi literasi dakwah. Ini menunjukkan bahwa upaya memperoleh pengetahuan dan mentransfernya melalui bacaan dan tulisan adalah inti dari risalah dakwah Islam sejak awal.

Membangun Fondasi Umat Berilmu

Dengan menekankan literasi, Nabi Saw membangun umat yang tidak hanya taat beragama, tetapi juga kritis dalam mengolah informasi, jujur dalam menyampaikan fakta, dan sabar dalam belajar, yang semuanya merupakan nilai-nilai penting dalam Islam. Nabi Saw bersabda :

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“ Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkannya mencapai jalan menuju surga .” ( Shahih – HR.Muslim, no.2699 )

Hadits tersebut terkandung makna, bahwa kualitas hidup seseorang itu sangatlah ditentukan oleh seberapa mendalamnya, pengetahuan agamanya yang akan menuntunya pada kebahagiaan, dan kesuksesan hidup di dunia dan akhirat kelak.

Kesimpulan

jihad literasi dalam perspektif dakwah awal Nabi Saw adalah perjuangan yang sungguh-sungguh dan tanpa henti (jihad) dalam menyebarkan, mempelajari, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam melalui medium pengetahuan, bacaan, dan tulisan.

Wallaahu ‘Alamu Bishshawwab

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *