Oleh Budiawan, Alumni lTB Bandung
Dewandakwahjatim.com, Yogyakarta – Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun. Dengan rasa duka yang mendalam, kami menyampaikan kabar berpulangnya Ustaz Muhammad Jazir ASP, Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta — seorang pemimpin sekaligus visioner yang dedikasinya telah mengubah wajah masjid dan komunitas di sekitarnya.
Pionir Peradaban Masjid Modern
Di bawah kepemimpinan almarhum, Masjid Jogokariyan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi berkembang menjadi pusat peradaban umat yang produktif, inklusif, dan inovatif. Beliau berkomitmen kuat untuk menjadikan masjid sebagai wadah solusi nyata bagi persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat. ([Ejournal UNIDA Gontor][1])
Beberapa capaian nyata yang menjadi warisan beliau antara lain:
1. Internalisasi Nilai Filantropi dan Pengelolaan Dana ZIS yang Transparan
Masjid mengadopsi kebijakan “saldo nol infak” (zero-rupiah balance) — setiap dana zakat, infaq, dan sedekah yang masuk segera dialokasikan untuk program pemberdayaan jamaah dan warga, bukan disimpan tanpa tujuan. Ini memperkuat etika penggunaan dana sosial sesuai syariat Islam dan kebutuhan nyata umat. ([Ejournal UPNVJ][2])
2. Ekonomi Umat & Pemberdayaan UMKM
Masjid Jogokariyan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program pelatihan UMKM, pendampingan usaha, hingga pembinaan bisnis berbasis syariah membantu ratusan pelaku usaha mikro berkembang. Bahkan, masjid mendukung fasilitasi seperti pasar rakyat mingguan untuk meningkatkan pendapatan warga. ([Indonesia Window][3])
3. Program Sosial Terpadu
Berbagai inisiatif sosial dilakukan secara berkelanjutan, termasuk:
- Distribusi bantuan pangan, Rice ATM, dan kebutuhan dasar kepada keluarga kurang mampu. ([Indonesia Window][3])
- Pelayanan klinik kesehatan gratis, membuka akses kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. ([Indonesia Window][3])
- Respons sosial pada pandemi, seperti distribusi makanan, bantuan kesehatan, dan peralatan sanitasi. ([Ejournal UNIDA Gontor][4])
4. Pendidikan & Dakwah Kontekstual
Masjid ini menjadi pusat pendidikan Al‑Qur’an dan majelis ilmu yang relevan dengan isu kontemporer, sehingga jamaah dari berbagai usia mendapatkan pembinaan spiritual. Selain itu, ada pendekatan pendidikan untuk harmonisasi keluarga dan masyarakat, yang menjadikan masjid sebagai madrasah kehidupan. ([Jurnal IIMSurakarta][5])
5. Program Budaya & Sosial Kemasyarakatan
Masjid Jogokariyan dikenal bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai rumah bersama untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan seperti kelompok seni, olahraga, hingga kegiatan komunitas lokal yang memperkuat ikatan sosial masyarakat. ([Warta Jogja Kota][6])
6. Innovasi Wakaf Produktif
Di bawah arahan beliau, masjid mengembangkan wakaf produktif yang menghasilkan sumber pendanaan berkelanjutan, seperti penginapan (hotel) di area masjid. Strategi ini membantu masjid mandiri secara finansial dan memberi manfaat ekonomi langsung bagi komunitas. ([BWI][7])
Warisan Kepemimpinan untuk Umat
Selama sakit, Ustaz Jazir terus menguatkan visi agar masjid tidak hanya sekadar “tempat shalat”, tetapi menjadi institusi pemberdayaan yang mengangkat harkat masyarakat lahir dan batin. Beliau menanamkan kultur pelayanan tanpa batas: masjid hadir untuk kemaslahatan umat dalam berbagai aspek kehidupan, bukan melulu ritual semata. ([UMS Journals][8])
Kontribusi beliau bukan hanya membentuk program, tetapi juga membangun budaya kemaslahatan, integritas, dan inovasi administrasi masjid itu sendiri.
Doa & Harapan
Kami memohon doa agar segala amal kebaikan beliau diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, segala kesalahan diampuni, dan Allah menjadikan barzah beliau sebagai taman-taman surga. Semoga karya dan jejak kepemimpinan beliau menjadi inspirasi abadi bagi pengurus masjid lainnya di seluruh Indonesia untuk terus memakmurkan masjid sebagai pusat solusi umat dan pusat peradaban.
Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu.
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
