Oleh Usr. Sigit, Waket Dewan Da’wah Kediri
Dewandakwahjatim.com, Kediri –
لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَا ۚ
“Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita…..”
(QS At-Taubah 9: 40)
Bagi seorang muslim, tentu sudah tidak asing dengan kalimat la tahzan innallaha ma’ana. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melantunkan kalimat ini atau mendengarnya dari saudara sesama muslim.
Kalimat ini tentu bertujuan untuk menghibur dan mengingatkan hamba-Nya bahwa Allah tidak pernah membiarkan hamba-Nya berada dalam kesedihan dan kepedihan. Allah Subhanahu wa Ta’ala bahkan tidak akan pernah memberikan ujian kepada hamba-Nya, melainkan sesuai dengan kemampuannya.
Sebenarnya kesedihan, kepedihan yang dialami hanya bersifat sementara. Karena itu saat seorang muslim tengah menghadapi cobaan yang berat, hendaknya bersikap sabar dan ikhlas dalam menghadapi cobaan yang berat, maka hendaknya bersikap sabar dan ikhlas.
Sesungguhnya manusia tidak akan pernah lepas dari kesedihan, cobaan dan permasalahan yang menimpa dalam hidupnya. Semua hal yang terjadi tentu merupakan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Bahkan perlu kita sadari bahwa setiap orang pasti akan mendapatkan cobaan dalam hidupnya. Semua manusia pasti merasakan ujian seperti sakit, diuji kesempitan hidup, rezeki yang tertahan, kehilangan pekerjaan, dan kehilangan orang yang dicintainya.
Melalui kesedihan dan cobaan tersebut, seorang muslim akan selalu mengingat atau kembali ke jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena saat diberikan kenikmatan, kadang manusia lalai, serta tidak mensyukuri bahwa nikmat itu juga datangnya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-A’raf 168,
وَقَطَّعْنٰهُمْ فِى الْاَ رْضِ اُمَمًا ۚ مِنْهُمُ الصّٰلِحُوْنَ وَمِنْهُمْ دُوْنَ ذٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنٰهُمْ بِا لْحَسَنٰتِ وَا لسَّيِّاٰتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
“Dan Kami pecahkan mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).”
(QS Al-A’raf 7: 168)
Seperti yang dibahas di atas, kalimat la tahzan innallaha ma’ana memiliki tujuan untuk menghibur seorang muslim yang sedang bersedih. Nah, sebagai muslim yang baik, tentu menjadi tugas kita, menghibur saudara kita yang tengah bersedih.
Ketahuilah bahwa upaya kita menghibur saudara yang tengah bersedih, memiliki keutamaan yang baik di dalam agama Islam. Menghibur perasaan orang yang sedang dirundung kesedihan merupakan tindakan yang mulia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyampaikan kemuliaan seseorang yang menghibur orang lain yang sedang kesusahan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang mukmin yang bertakziah ke saudaranya yang ditimpa musibah, kecuali pasti Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberinya pakaian kemuliaan kelak di hari kiamat.” (HR Imam Ibnu Majah dan Baihaqi)
Sementara itu dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Siapa pun yang menghibur orang yang ditimpa musibah, maka baginya pahala sebagaimana orang yang dihiburnya.” (HR Ibnu Majah)
Ingatlah selalu la tahzan innallaha ma’ana dan dekatkan diri kepada Allah. Kemudian, saat engkau melihat seseorang yang tengah bersedih, jangan lupa untuk mencoba untuk mencoba menghiburnya karena tindakan ini begitu mulia dan disenangi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Semoga bermanfaat.
Admin: Kominfo DDII Jatim
