Menahan Amarah Sebagai Investasi Spiritual

Oleh: Ust. Sigit, Wakil Ketua Dewan Da’wah Kediri

Dewandakwahjatim.com, Kediri – Menahan amarah memang sering disebut “investasi spiritual” dalam konteks dakwah. Ketika kita tidak langsung membalas dengan kemarahan, kita memberi ruang bagi hikmah dan kasih sayang untuk muncul–itulah nilai yang bisa menarik orang lain pada pesan kita.

Mengapa menahan amarah itu berharga? Orang lebih mudah menerima nasihat dari orang yang tenang, yang kredibel. Ketenangan batin itu mengurangi stres, memperkuat ikhsan (kebaikan). Setiap kali kita menahan diri, niatnya menjadi amal yang berkelanjutan, dan menjadi tinggi potensi pahalanya.

Allah bilang,

وَا لْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَا لْعَا فِيْنَ عَنِ النَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ 

” … dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”
(QS Ali ‘Imran 3: 134)

Tentu saja, bukan berarti kita harus menekan perasaan sampai meledak. Mengelola amarah dengan cara yang sehat–misalnya dengan beristighfar, berdoa, atau mengalihkan perhatian–menjadikan prosesnya berkelanjutan dan berkemajuan.

Bagaimana menurut Sahabat? Adakah momen tertentu, menjadikan diri–menyikapi upaya menahan amarah terasa paling sulit? Pahalanya besar lho.

Semoga bermanfaat

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *