Oleh Adi Purnomo, Sejretaris DDII Kab. Banyuwangi
Dewandakwahjatim.com, Banyuwangi – Tentunya, semua manusia normal yang hidup di dunia ini, apapun keyakinannya, ideologinya, agamanya pasti ingin hidup mulia.
Namun jika ditanyakan, “Apa kemuliaan itu? atau ” Siapa manusia yang paling mulia?, setiap orang akan punya jawaban yang berbeda-beda sesuai dengan keyakinan, ideologi dan agama yang dianutnya.
Bagi seseorang yang menganut ideologi Kapitalisme, Materialisme, Sekularisme – mungkin manusia yang paling mulia itu ialah manusia yang paling banyak harta kekayaannya.
Dalam mencari harta, mereka tidak mengenal halal haram yang penting untung dan harta bertambah banyak.
Bagi seseorang yang berideologi Komunisme, Atheisme – mungkin manusia yang paling mulia ialah manusia yang bisa menduduki jabatan tertinggi dalam partai atau dalam pemerintahan.
Mereka akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan jabatan atau kekuasaan.
Bagaimana menurut orang beragama terutama menurut penganut agama Islam?
Bagi seorang muslim, manusia yang paling mulia ialah manusia yang paling bertaqwa, sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT dalam Al Qur’an, Surat Al Hujurat, Surat ke 49, Ayat 13.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَا رَفُوْا ۗ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
yaaa ayyuhan-naasu innaa kholaqnaakum ming zakariw wa ungsaa wa ja’alnaakum syu’uubaw wa qobaaa-ila lita’aarofuu, inna akromakum ‘ingdallohi atqookum, innalloha ‘aliimun khobiir
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 13)
Jadi jelas bahwa menurut Islam, manusia yang paling mulia ialah manusia yang
paling ” Bertaqwa”.
Siapa manusia yang bertaqwa itu?
Manusia yang paling kaya?
Manusia yang paling tinggi jabatan atau kekuasaannya?
BUKAN.
Di dalam Al Qur’an, pada Surat Al Baqoroh, Surat 2, Ayat 3 dan 4 dan Surat Al Imran, Surat 3, Ayat 133-134 diterangkan, setidaknya ada 10 tanda-tanda orang bertaqwa.
Lima tanda orang bertaqwa menurut Al Baqoroh, Ayat 3-4 :
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ
zaalikal-kitaabu laa roiba fiih, hudal lil-muttaqiin
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 2)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِا لْغَيْبِ وَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ
allaziina yu-minuuna bil-ghoibi wa yuqiimuunash-sholaata wa mimmaa rozaqnaahum yungfiquun
“(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan sholat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 3)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا لَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَاۤ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِا لْاٰ خِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ
wallaziina yu-minuuna bimaaa ungzila ilaika wa maaa ungzila ming qoblik, wa bil-aakhiroti hum yuuqinuun
“dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 4)
Lima tanda-tanda orang bertaqwa menurut Al Imran, Ayat 133-134 :
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَسَا رِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَا لْاَ رْضُ ۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ
wa saari’uuu ilaa maghfirotim mir robbikum wa jannatin ‘ardhuhas-samaawaatu wal-ardhu u’iddat lil-muttaqiin
“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 133)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَا لضَّرَّآءِ وَا لْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَا لْعَا فِيْنَ عَنِ النَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
allaziina yungfiquuna fis-sarrooo-i wadh-dhorrooo-i wal-kaazhimiinal-ghoizho wal-‘aafiina ‘anin-naas, wallohu yuhibbul-muhsiniin
“(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 134)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا لَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَا حِشَةً اَوْ ظَلَمُوْۤا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَا سْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْ ۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
wallaziina izaa fa’aluu faahisyatan au zholamuuu angfusahum zakarulloha fastaghfaruu lizunuubihim, wa may yaghfiruz-zunuuba illalloh, wa lam yushirruu ‘alaa maa fa’aluu wa hum ya’lamuun
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 135)
Kesimpulan :
Manusia yang paling mulia ialah manusia yg paling bertaqwa, yang setidaknya memiliki 10 tanda-tanda yaitu :
- Beriman kepada yang ghoib, yang tidak bisa dilihat, dipegang atau diraba, misalnya : Malaikat, Jin, Setan, Hari Kiamat, Hari Berbangkit, Surga dan Neraka, dst.
- Menegakkan, mengerjakan sholat. Seorang muslim wajib mengerjakan sholat lima waktu, yaitu : Subuh, Dhuhur, Asar, Maghrib dan Isak. Selain solat wajib ( fardhu ) ada juga solat-solat Sunnah , misalnya : Solat Tahajud, Syukur Wudhu, Rowatib ( sebelum atau sesudah solat wajib ), dst .
Menurut para ulama’, sholat Sunnah sangat dianjurkan karena sholat Sunnah akan menyempurnakan sholat fardhu yg mungkin belum terlaksana dg baik dan sholat adalah ibadah yg akan pertama kali dihisab. - Menginfaqkan, membelanjajan hartanya. Bagi seorang muslim jika jumlah harta kekayaannya sudah memenuhi syarat, jumlah dan lama waktu kepemilikanya sudah memenuhi syarat wajib mengeluarkan Zakat Maal ( Zakat Harta), masing-masing harta ada ketentuannya. Untuk harta berupa uang, zakatnya 2.5 % jika nilai uang tsb SDH senilai 85 /90 gram emas ; untuk Zakat tanaman, ternak, dll ada ketentuannya sendiri. Membayar zakat hukumnya “Wajib” jika tdk dipenuhi berdosa.
- Meyakini Al Qur’an dan kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Qur’an.
- Meyakini adanya hari akhirat.
( Surat Al Baqoroh, Surat 2, Ayat 3-4 ) - Berinfaq baik di waktu lapang maupun sempit. Bagi muslim yg mampu wajib bayar “zakat”, bagi yg TDK mampu disunahkan bersedekah seikhlasnya dan semampunya; berbeda dg Zakat yg SDH ada ketentuannya.
- Mampu menahan amarah.
- Memaafkan kesalahan orang lain.
- Apabila berbuat keji, dosa segera mengingat Allah.
- Memohon ampun atas dosa-dosanya.
( Surat Al Imran, Surat 3, Ayat 134-135)
Moga-moga bermanfaat untuk penulis dan pembaca.
Barokallahfikum.
اَلْحَمْدُلِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
شكرا كثرا
جزاك اللهُ خيرا
Kaligondo, Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia.
Ahad, 2 Jumadilakhir 1447 H /
23 Nopember 2025 M
Sunday, 23 November 2025 AD (Anno Domini).
Sunday, November 23, 2025 AD.
Pukul, 19.30 WIB.
