MENGENAL AYAT-AYAT JIHAD

Oleh Adi Purnomo, Sekretaris Dewan Da’wah Kab. Banyuwangi

Term (istilah) Jihad dlm berbagai derivasinya ada (terulang) 41 kali dlm Al Qur’an, 8 kali pd ayat Makiyah dn 33 kali pd ayat Madaniyah.

Delapan Ayat-Ayat Jihad yg turun di Makah.

Ajaran Islam membagi ayat-ayat Al-Qur’an menjadi :

  1. Makkiyah (turun di Mekah) dan
  2. Madaniyah (turun di Madinah).

Ayat-ayat yang secara spesifik berbicara tentang perintah perang (qital) dalam konteks militer umumnya diturunkan di Madinah, setelah Nabi Muhammad SAW hijrah dan umat Islam memiliki komunitas serta negara yang terorganisir.

Ayat pertama yang mengizinkan berperang adalah Surah Al-Hajj ayat 39, yang menurut sebagian besar ulama termasuk golongan ayat Madaniyah. 

Namun, kata “jihad” (yang berarti perjuangan atau pengerahan segala kemampuan) dalam arti yang lebih luas, seperti perjuangan menghadapi setan, hawa nafsu, atau berdakwah dengan gigih, juga terdapat dalam ayat-ayat Makkiyah.

Beberapa ayat Makkiyah yang menggunakan turunan kata “jihad” (atau maknanya) dalam konteks perjuangan non-militer (dakwah dan kesabaran) antara lain:

  1. QS. Al-Furqan (25): 52: “Maka janganlah engkau (Muhammad) menuruti orang-orang kafir, dan berjuanglah terhadap mereka dengan Al-Qur’an dan perjuangan yang besar” (jihad kabiira).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَلَا تُطِعِ الْكٰفِرِيْنَ وَ جَاهِدْهُمْ بِهٖ جِهَا دًا كَبِيْرًا

fa laa tuthi’il kaafiriina wa jaahid-hum bihii jihaadang kabiiroo

“Maka janganlah engkau taati orang-orang kafir, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya (Al-Qur’an) dengan (semangat) perjuangan yang besar.”
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 52)

  1. QS. Al-‘Ankabut (29): 69: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, sungguh Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik”.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا  ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ

wallaziina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulanaa, wa innalloha lama’al-muhsiniin

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 69)

  1. QS. Al-‘Ankabut (29): 6: “Dan barangsiapa berjihad (berjuang), maka sesungguhnya dia berjihad untuk (kepentingan) dirinya sendiri. Sungguh, Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam”.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ جَاهَدَ فَاِ نَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَـغَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

wa mang jaahada fa innamaa yujaahidu linafsih, innalloha laghoniyyun ‘anil-‘aalamiin

“Dan barang siapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.”
(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 6)

  1. QS. Luqman (31): 15: (Ayat ini menyiratkan perjuangan moral untuk tetap berpegang pada tauhid meskipun diperintahkan oleh orang tua untuk syirik, yang merupakan bentuk jihad melawan tekanan sosial).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ نْ جَاهَدٰكَ عَلٰۤى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَا حِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا ۖ وَّا تَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَا بَ اِلَيَّ ۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُ نَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

wa ing jaahadaaka ‘alaaa ang tusyrika bii maa laisa laka bihii ‘ilmung fa laa tuthi’humaa wa shoohib-humaa fid-dun-yaa ma’ruufaw wattabi’ sabiila man anaaba ilayy, summa ilayya marji’ukum fa unabbi-ukum bimaa kungtum ta’maluun

“Dan jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beri tahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
(QS. Luqman 31: Ayat 15)

  1. QS. Saba’ (34): 31: (Mengandung makna perjuangan dalam menghadapi argumentasi kaum kafir) – Tidak spesifik kata jihad.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَا لَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَنْ نُّؤْمِنَ بِهٰذَا الْقُرْاٰ نِ وَلَا بِا لَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ ۗ وَلَوْ تَرٰۤى اِذِ الظّٰلِمُوْنَ مَوْقُوْفُوْنَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۖ يَرْجِعُ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضِ ٱِلْقَوْلَ ۚ يَقُوْلُ الَّذِيْنَ اسْتُضْعِفُوْا لِلَّذِيْنَ اسْتَكْبَرُوْا لَوْلَاۤ اَنْـتُمْ لَـكُـنَّا مُؤْمِنِيْنَ

wa qoolallaziina kafaruu lan nu-mina bihaazal-qur-aani wa laa billazii baina yadaiih, walau tarooo izizh-zhoolimuuna mauquufuuna ‘ingda robbihim yarji’u ba’dhuhum ilaa ba’dhinil-qouul, yaquulullaziinastudh’ifuu lillaziinastakbaruu lau laaa angtum lakunnaa mu-miniin

“Dan orang-orang kafir berkata, “Kami tidak akan beriman kepada Al-Qur’an ini dan tidak (pula) kepada Kitab yang sebelumnya.” Dan (alangkah mengerikan) kalau kamu melihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebagian mereka mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, “Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang mukmin.””
(QS. Saba’ 34: Ayat 31)

  1. QS. Az-Zumar (39): 10: (Perjuangan untuk bersabar dan beribadah di tengah penindasan) – Tidak spesifik kata jihad.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ يٰعِبَا دِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَاَ رْضُ اللّٰهِ وَا سِعَةٌ ۗ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَا بٍ

qul yaa ‘ibaadillaziina aamanuttaquu robbakum, lillaziina ahsanuu fii haazihid-dun-yaa hasanah, wa ardhullohi waasi’ah, innamaa yuwaffash-shoobiruuna ajrohum bighoiri hisaab

“Katakanlah (Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.” Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan Bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.”
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 10)

  1. QS. Muhammad (47): 31: (Ujian untuk mengetahui orang-orang yang berjihad dan sabar) – Meskipun surah ini diperdebatkan Makkiyah/Madaniyah, konteks jihad di sini mencakup kesabaran.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ حَتّٰى نَعْلَمَ الْمُجٰهِدِيْنَ مِنْكُمْ وَا لصّٰبِرِيْنَ  ۙ وَنَبْلُوَا۟ اَخْبَا رَكُمْ

wa lanabluwannakum hattaa na’lamal-mujaahidiina mingkum wash-shoobiriina wa nabluwa akhbaarokum

“Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu.”
(QS. Muhammad 47: Ayat 31)

  1. QS. Al-Hajj (22): 78: “Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya” (Juhdihi haqqo). Ayat ini sering dianggap Makkiyah oleh sebagian ulama, atau campuran, dan maknanya bisa merujuk pada perjuangan umum.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَجَاهِدُوْا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَا دِهٖ ۗ هُوَ اجْتَبٰٮكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍ ۗ مِلَّةَ اَبِيْكُمْ اِبْرٰهِيْمَ ۗ هُوَ سَمّٰٮكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ ۙ مِنْ قَبْلُ وَفِيْ هٰذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا شُهَدَآءَ عَلَى النَّا سِ ۖ فَاَ قِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰ تُوا الزَّكٰوةَ وَا عْتَصِمُوْا بِا للّٰهِ ۗ هُوَ مَوْلٰٮكُمْ ۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

wa jaahiduu fillaahi haqqo jihaadih, huwajtabaakum wa maa ja’ala ‘alaikum fid-diini min haroj, millata abiikum ibroohiim, huwa sammaakumul-muslimiina ming qoblu wa fii haazaa liyakuunar-rosuulu syahiidan ‘alaikum wa takuunuu syuhadaaa-a ‘alan-naasi fa aqiimush-sholaata wa aatuz-zakaata wa’tashimuu billaah, huwa maulaakum, fa ni’mal-maulaa wa ni’man-nashiir

“Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur’an) ini agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dialah pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.”
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 78)

Secara ringkas, ayat-ayat Makkiyah fokus pada akidah, akhlak, dan perjuangan (jihad) non-militer seperti dakwah, kesabaran, dan melawan hawa nafsu, sedangkan perintah perang fisik turun di Madinah.

Tiga Puluh Tiga (33) Ayat-Ayat Jihad yg turun di Madinah.

Dalam Al-Qur’an, kata “jihad” dengan berbagai bentuk turunannya terulang sebanyak 41 kali.

Dari jumlah tersebut, 33 kali muncul dalam ayat-ayat yang diturunkan di Madinah (ayat Madaniyah) dan 8 kali dalam ayat-ayat Makkiyah.

Ayat-ayat jihad yang turun di Madinah lebih terkonsentrasi dan sering kali berkaitan dengan aturan peperangan (qital), perdamaian, perlakuan tawanan, dan aspek hukum sosial lainnya, karena pada masa itu umat Islam telah membentuk negara dan masyarakat di Madinah.

Berikut adalah beberapa surat Madaniyah yang banyak memuat ayat-ayat tentang jihad ( 33 Ayat dalam 8 Surat ) :

  1. QS. Al-Baqarah (ayat 190-194, 216, 218, dll.) = 7 ayat
  2. QS. Ali ‘Imran (ayat 142, 157, 169, 195, dll.) = 4 ayat
  3. QS. An-Nisaa’ (ayat 71, 74, 75, 76, 84, 95, dll.) = 6 ayat
  4. QS. Al-Anfal (ayat 15, 24, 65, 66, 75, dll.)= 5 ayat
  5. QS. At-Taubah (ayat 5, 24, 29, 36, 41, 73, 120, dll.) = 7 ayat
  6. QS. Al-Hajj (ayat 39-40, yang merupakan ayat pertama yang mengizinkan perang) = 2 ayat
  7. QS. Muhammad (ayat 4, 20, 31, 33, 35) = 5 ayat
  8. QS. Ash-Shaff (ayat 10-11) = 2 ayat .

Total berjumlah 33 ayat.

Tidak ada satu ayat tunggal yang secara spesifik disebut “ayat 33 jihad”. Sebaliknya, angka 33 merujuk pada jumlah total kemunculan kata “jihad” (beserta turunannya) dalam periode Madinah di berbagai ayat dan surat.

Ayat 33 dari surat Al-Ahzab (QS. 33:33) misalnya, tidak membahas jihad dalam konteks peperangan, melainkan tentang etika dan kesucian Ahli Bait Nabi.

Ayat-ayat jihad yang turun di Mekah (Makkiyah) tidak mengandung perintah berperang secara fisik.

Ayat-ayat ini lebih menekankan pada jihad dalam arti perjuangan dakwah, menegakkan kebenaran, melawan hawa nafsu, dan mengamalkan ilmu.

Contohnya adalah ayat-ayat yang menekankan pentingnya sabar dalam berdakwah, memberikan argumen yang kuat, serta memerintahkan untuk berpegang teguh pada ajaran Allah.

Makna jihad di Mekah.

  1. Jihad dalam dakwah: Menyeru dan menyampaikan kebenaran dengan argumen yang kuat agar orang musyrik percaya,
  2. Jihad melawan hawa nafsu: Menahan diri dari dorongan dan godaan yang buruk, seperti yang disinggung dalam beberapa ayat yang dirujuk di jurnal.radenfatah.ac.id.
  3. Jihad dalam mengamalkan ilmu:

Mengamalkan ilmu yang sudah didapat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut, sebagaimana dijelaskan dalam artikel `islami.co.

Contoh ayat

QS. Al-Hajj (22): 39-40:

Memberi izin berperang bagi orang yang dianiaya, namun juga menegaskan bahwa Allah membela dan menolong hamba-Nya yang beriman.

Ayat ini turun setelah kaum muslim diusir dari kampung halaman mereka karena mengucapkan “Tuhan kami ialah Allah”.

QS. Al-Ankabut (29): 6:

“Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam”.

QS. At-Taubah (9): 5:

Ayat ini turun di Madinah dan memerintahkan umat Muslim untuk memerangi orang-orang musyrik, yang secara hukum dianggap telah menghapus ayat-ayat yang hanya memperbolehkan untuk menasehati saja, seperti di Madinah, sebagaimana dijelaskan di `jiemar.org.

Insyaallah, tulisan ini akan dilanjut dg tulisan tentang, “Tiga Puluh Tiga (33) Ayat-Ayat Madaniyah tentang Jihad” dan “Jihad menurut para Ulama’ dan para Cendekiawan Muslim”.

Mudah-mudahan manfaat untuk kita semua

Aamiin Yaa Robbal Alamiin.
آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ

Kaligondo, Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia.

Sabtu Legi, 24 Jumadil Awwal 1447 /
15 Nopember 2025.

Pkl. 07.01.

Sumber :

  1. Al Qur’an Karim terjemah Depag( Kemenag).
  2. Tafsir Al Azhar, Prof. Dr. Hamka.
  3. Thesis tentang “Tafsir Ayat-Ayat Jihad menurut Ibnu Katsir” ; Pasca Sarjana UIN Jakarta.
  4. A . I. ( Artificial Intelligent ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *