Oleh Ridwan Ma’ruf
Ketua Majelis Pertimbangan DDII Kab. Sidoarjo ( 2024 – 2029 ), Pendiri Tahfidz Islamic School Al Fatih Sidoarjo, dan Praktisi Spiritual Parenting Sidoarjo
Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Ketiga pokok penting dalam syari’at Islam jika dilaksanakan secara terpadu dan konsisten, diyakini akan efektif dalam menyebarkan ajaran Islam, memperkuat keimanan umat, dan pada akhirnya membawa kejayaan bagi peradaban umat Islam. Landasan kesuksesan ini juga didukung oleh pilar-pilar fundamental ajaran Islam secara umum, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan, yang menjadi dasar kesempurnaan hidup seorang Muslim baik secara individu maupun kolektif. Ketiga landasan pokok penting itu, adalah :
1 .Ma’rifatullaah ( Ketauhidan Dalam Nama Dan Sifat – Sifat Allah )
Secara bahasa ma’rifat berasal dari asal kata عَرَفَ – يَعْرِفُ – مَعْرِفَةً – عِرْفَا
yang berarti mengetahui atau mengenal. Ma’rifat dalam konteks spiritual Islam memiliki makna pemahaman tentang sesuatu, khususnya pengetahuan tentang mengenal Allah Ta’ala dalam hal nama dan sifat Allah. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam surat Muhammad ayat 19 :
فَٱعْلَمْ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسْتَغْفِرْ لِذَنۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَىٰكُمْ
” Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.”
Maksud ayat tersebur, adalah, ” dengan tauhid seorang hamba menjadi kuat dan mandiri. Sesungguhnya lemahnya suatu umat , atau seseorang hamba Allah itu terjadi manakala ia tidak mengenal Allah Ta’ala dalam hal Rububiyyah, Uluhiyyah serta Asma’ dan SifatNya . Maka dengan jalan mengenal keberadaan Allah Ta’ala hal itu menjadikan seseorang akan mengetahui tentang hakekat dan tujuan hidupnya dan ia senantiasa mengisi waktunya dengan menperbanyak istighfar di atas tauhidnya maka Allah Ta’ala akan memberikan jaminan ampunan, kesuksesandan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat . ” Oleh karenanya mengenal keberadaan Allah Ta’ala dalam Nama dan Sifat – SifatNya, adalah kurikulum wajib , utama dan pertama dalam tarbiyah Islamiyyah yang dimulai dari pribadi sendiri dan keluarga
2 .Ma’rifatun Nabi ( Mengetahui Nabi Sholallaahu ‘ Alaihi Wa Sallaam )
Setiap orang muslim ingin memperoleh cinta Allah Ta’ala, namun banyak orang yang belum mengetahui cara memperoleh cinta dari Allah. Padahal untuk memperolehnya cukup dengan mengikuti Sunnah Nabi Sholallaahu ‘Alaihi Wa. Sallam. Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al Imran ayat 31 , yaitu :
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
” Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Makna ayat tersebut, adalah : “
Yakni kecintaan Allah kepada hamba-Nya merupakan hasil dari ketaatan kepada Rasulullah. Dan bentuk balasan kecintaan-Nya kepada hamba-Nya adalah berupa ampunan, karunia, rahmat, dan hidayah ke jalan yang lurus. “
Hal ini sebagaimana Nabi Saw bersabda :
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ
“ Aku telah menyerahkan kepadamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang pada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya .” ( HR. Malik; Al-Hakim, Al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Hadits ini disahihkan oleh Syaikh Salim Al-Hilali )
3 .Ma’rifatul Islam Bil Adillatis Shohihah ( Mengetahui Islam Dengan Dalil Yang Benar)
Sesungguhnya krisis moral, dan kepemimpinan yang terjadi menimpa kebanyakan manusia umumnya dan umat Islam pada khususnya, adalah lemahnya semangat tholabul ilmi atau menuntut ilmu diinul Islam, bahkan membiarkan dirinya berkubang dalam kebodohan terhadap syari’at Islam yang mulia ini bersumber dari Al Quran dan Al Hadits Nabi Sholallaahu ‘Alaihi Wa Sallam . Nabi Saw bersabda :
إنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الكِتَابِ أقْوَاماً وَيَضَعُ بِهِ آخرِينَ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ .
“Sesungguhnya Allah mengangkat (meninggikan)c dengan kitab ini (Al-Qur’an) dan merendahkan kaum yang lain dengannya juga.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 817]
Al-Qur`ān adalah Kalamullah merupakan sumber Ilmu pengetahuan dari Allah Ta’ala disamping sebagai petunjuk manusia, juga didalamnya kita dapati solusi dari problem kehidupan manusia menuju kesuksesan, dan kebahagian hidup di dunia dan akhirat kelak.
Berkata Imam Malik rahimahullah :
لَنْ يَصْلُحَ آخِرُ هَذِهِ الأُمَّةِ إِلاَّ مَاصَلُحَ أَوَّلُهَا
Tidaklah akan baik kesudahan umat ini kecuali jika mereka kembali kepada kebaikan generasi awal umat ini .
Kesimpulan
Maka ketiga landasan pokok penting sebagaimana uraian diatas itu adalah pondasi dasar sebagai solusi mengatasi keterpurukan umat meraih kejayaan sebagaimana Allah Ta’ala memberikan kejayaan pada umat Islam terdahulu. (Sidoarjo, 18 Jumadil Ula
1447 H/ 9 Nopember 2025 M )
Wallaahu ‘Alamu Bish Showwab
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
