Oleh Kemas Adil Mastjik
Dewandakwahjatim.com, Suravaya – Kita sering mendengar sambutan di berbagai acara. Juga, menyimak nasihat di banyak kesempatan. Tapi, nasihat kepada yang hadir di sebuah pemakaman seorang warga di Rewwin Waru Sidoarjo pada Selasa 28 Oktober 2025 itu, cukup mengesankan.
Sebagai aktivis dakwah, banyak yang mengenal Almarhum Drs. H. Adjie Wahib Hamam. Terkait, cukup beralasan jika yang takziyah terlihat cukup banyak. Itu tampak sejak Senin malam, karena wafat pada 27 Oktober 2025 di usia 83 tahun. Pak Wahib (demikan Almarhum biasa dipanggil), meninggal di Rumah Sakit Islam – Jemursari Surabaya.
Kesaksian yang Baik
Lelaki yang meninggal itu, sahabat saya sesama aktivis dakwah. Juga, sebagai tetangga dekat. Jarak rumah kami, mungkin sekitar 50 meter di Perumahan Rewwin Waru Sidoarjo.
Setelah dishalati di Masjid Muhajirin Rewwin Waru Sidoarjo, jenazah dibawa ke pemakaman di kompleks pemakaman di Rewwin juga. Di antara rangkaian acaranya, termasuk taushiyah atau nasihat bagi yang hadir.
Tampak dalam menyolati dan mengantar ke pemakaman pengurus yayasan Al Muhajirin dan para ustadz antara lain; ust. Tambunan, ust. Mahfud, Ust. Mastjik, pak. Sugeng, P. Thamrin, P.Imam Moeryono, P.Cahyo, P. Syaiful dan jamaah yang lain.
Saat itu Ustadz Mukarram, dosen UINSA Surabaya, yang memberikan taushiyah. Berikut sebagian di antara isinya, yang ditulis secara baik oleh Ust. Iwan Muhajirin yang juga hadir dan termasuk tetangga sangat dekat dengan Almarhum. Ditulis seperti sebagai orang pertama.
Hari ini kita tidak hanya mengantar kepergian Almarhum, tetapi sedang belajar di sekolah kehidupan — tempat setiap nisan menjadi guru, dan setiap tanah menjadi ayat tentang kefanaan.
Almarhum Bapak Adjie Wahib Hamam, founding father Masjid Al-Muhajirin Rewwin, telah menorehkan jejak kebaikan yang akan terus hidup dalam doa dan amal jariyahnya. Wajah beliau yang tenang, bersih, dan tersenyum kecil setelah dikafani, adalah isyarat indah — insya Allah beliau berpulang dalam keadaan husnul khotimah.
Pemakaman ini mengajarkan bahwa kemuliaan sejati bukan pada harta, jabatan, atau usia, melainkan pada amal yang kita persembahkan kepada Allah. Mari jadikan momen ini pengingat lembut: hidup hanyalah perjalanan singkat menuju keabadian. Semoga kita pun kelak dipanggil dalam ridha dan rahmat-Nya.
Sekilas Jejak
Kiprah dan pengabdian Almarhum mengesankan. Semasa hidupnya, Almarhum dikenal sebagai pendidik, pendakwah, dan penggerak sosial-keagamaan yang banyak berkontribusi bagi masyarakat dan lembaga dakwah di Jawa Timur. Beliau dikenal memiliki sifat disiplin, dermawan, dan gigih dalam perjuangan dakwah.
Almarhum aktif berorganisasi. Pernah sebagai aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) di Pondok Modern Gontor. Pernah menjadi pengurus Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Surabaya. Pernah menjabat Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Waru.
Lainnya, almarhum adalah salah satu pendiri dan pengurus Yayasan Masjid Al-Muhajirin Rewwin, Waru, Sidoarjo. Juga, dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat Rewwin Waru Sidoarjo.
Jejak-Jejak Kebaikan
Almarhum adalah alumni Pesantren Gontor dan IAIN Sunan Ampel (1971). Lalu, pernah menjabat di berbagai wilayah BKKBN Jawa Timur.
Semasa hidupnya, Almarhum dikenal sebagai seorang tokoh teladan. Sebagaimana disampaikan ketua yayasan Al Muhajirin Rewwin . Bp. Cahyo Husni Tamrin ST.MM.: ”Beliau semasa hidup seorang ustad dan pejuang dakwah, mendirikan dan memakmurkan masjid dilingkungan Rewwin , dakwah tidak sekedar orasi tapi secara praktis bentuk nyata , berdirinya masjid Al Muhajirin Rewwin dan cikal bakal berdirinya masjid an Nur , adalah kontributribusi besar beliau”
Keluarga yang Berduka
Almarhum meninggalkan istri yaitu Hj. Siti Marijam binti H. Soelaiman bin H. Abdul Kadir (77 th). Juga, anak-anak yaitu: 1).Kartika Candra Negara, Duta Besar LBBP RI untuk Republik Mozambique & Republik Malawi (memiliki 3 orang anak). 2).Hatta Surjanegara, swasta (memiliki 2 orang anak). 3).Nuswan Pratangga Buana, bekerja di Kedutaan Besar RI di Meksiko
Keluarga besar Almarhum memohon kepada seluruh handai taulan, sahabat, dan masyarakat agar memaafkan segala kesalahan Almarhum, baik yang disengaja maupun tidak.
Semoga Allah Swt mengampuni dosa-dosa Almarhum, melapangkan kuburnya, dan menerima seluruh amal kebaikannya. Aamiin Yaa Robval ‘aalamiin
Admin: Kpminfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
