Oleh Muhammad Hidayatulloh, Wakil Ketua Bidang PSQ DDII Jatim, Kepala Pesantren Kader Ulama Pondok Pesantren Islamic Center (PPIC) Elkisi Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur dan Penulis buku Geprek! Anti Galau Rahasisa Resep Hidup Enjoy
Dewandakwahjatim.com, Surabaya –
سُئِلَ الإِمَامُ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ رَحِمَهُ اللهُ:
“أَلَمْ تَصُدَّكَ المِحَنُ عَنِ الطَّرِيقِ؟!”
Pernah ditanyakan kepada Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah:
“Wahai Imam, bukankah ujian dan cobaan membuatmu lelah dan berpaling dari jalan kebenaran?”
فَقَالَ:
“وَاللهِ لَوْلَا المِحَنُ لَشَكَّكْتُ فِي الطَّرِيقِ،
أَعْلَمُ أَنَّ اللهَ لَا يُبْتَلِي لِيُعَذِّبَ،
وَلَكِنَّهُ يُبْتَلِي لِيُصْطَفِي وَيُهَذِّبَ،
وَأَعْلَمُ أَنَّ اللهَ لَا يُبْتَلِيكَ إِلَّا لِشَيْءٍ هُوَ خَيْرٌ لَكَ،
وَإِنْ ظَنَنْتَ العَكْسَ.”
Beliau menjawab:
“Demi Allah, kalau bukan karena ujian, aku justru akan ragu apakah aku masih berada di jalan yang benar.
Aku tahu bahwa Allah tidak menguji untuk menyiksa, tetapi Allah menguji untuk memilih dan membersihkan.
Dan aku tahu, Allah tidak akan menimpakan ujian kepadamu kecuali demi sesuatu yang baik bagimu, walaupun engkau mengira sebaliknya.”
Inilah kebijaksanaan seorang ulama yang hatinya telah matang oleh tempaan.
Beliau paham — bahwa ujian adalah tanda cinta, bukan hukuman.
Karena jika Allah ingin menghancurkan, Dia cukup biarkan seseorang tenggelam dalam kenikmatan tanpa teguran.
Namun ketika Allah mencintai seorang hamba, Dia menyentuh hatinya dengan ujian,
agar ego luluh, dan jiwa mengenal siapa yang benar-benar berkuasa atas takdir.
ثُمَّ قَالَ:
“أَرِحْ قَلْبَكَ، وَثِقْ فِي تَدْبِيرِ رَبِّكَ فِي طُولِ البَلَاءِ.”
“Tenangkan hatimu, dan percayalah pada rencana Tuhanmu walaupun ujian itu panjang.”
Kadang manusia melihat cobaan sebagai malapetaka, padahal di sisi Allah, itu adalah proses pemilihan.
Yūsuf عليه السلام pernah dilempar ke sumur, dijual sebagai budak, lalu difitnah.
Namun dari ujian itulah, ia diangkat menjadi ‘Azīz Miṣr, penguasa Mesir yang mulia.
Mūsā عليه السلام pernah diasingkan dari negerinya.
Namun dari pengasingan itu, ia kembali sebagai nabi pembebas.
Dan Rasulullah ﷺ — diusir dari tanah kelahirannya, namun kembali sebagai Fātiḥ Makkah, pembuka kota suci dengan cahaya rahmat.
فَهَلْ يَضِيقُ صَدْرُكَ بَعْدَ هَذَا؟
“كُونُوا عَلَى يَقِينٍ أَنَّ هُنَاكَ شَيْئًا جَمِيلًا يَنْتَظِرُكُمْ بَعْدَ الصَّبْرِ،
لِيُبْهِرَكُمْ وَيُنْسِيكُمْ مَرَارَةَ الأَلَمِ.
“Masihkah dadamu sesak setelah semua ini?
Yakinlah — ada sesuatu yang indah menantimu setelah sabar, yang akan membuatmu takjub dan melupakan pahitnya rasa sakit.”
Renungan
Wahai kaum Muslimin…
Ketahuilah bahwa tidak ada satu tetes air mata pun yang sia-sia di jalan Allah.
Tidak ada luka yang tidak dicatat sebagai pahala.
Dan tidak ada sabar yang tidak diganti dengan sesuatu yang lebih baik.
Sebab janji Allah pasti benar, dan firman-Nya kekal:
“إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا”
“Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah [94]: 6)
Penutup
Maka jika hari ini engkau diuji — bersyukurlah, karena Allah sedang menulis bab terbaik dari hidupmu.
Mungkin sekarang yang engkau lihat hanya hujan dan petir, tapi percayalah — di balik mendung itu, ada pelangi takdir yang sedang disiapkan untukmu.
Jangan takut pada ujian, sebab itu tanda Allah belum berhenti membentukmu.
Dan jangan menyerah pada kesulitan, karena justru di sanalah Allah sedang menaikkan derajatmu di sisi-Nya.
“Ujian bukanlah akhir perjalanan,
tapi jalan menuju pemilihan.
Bukan tanda engkau jauh dari Tuhan, tapi tanda bahwa Dia masih menginginkanmu dekat.”
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
