Oleh Muhammad Hidayatulloh, Ketua Bidang PSQ DDII Jatim dan penulis 4 buku Perjalanan Jiwa
Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Abdullah bin Umar berkata:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ:
لَا يَكُونُ الرَّجُلُ مِنَ الْعِلْمِ بِمَكَانٍ حَتَّى لَا يَحْسُدَ مَنْ فَوْقَهُ، وَلَا يَحْتَقِرَ مَنْ دُونَهُ، وَلَا يَبْتَغِي بِالْعِلْمِ ثَمَنًا.
(حلية الأولياء)
“Seseorang tidaklah dianggap berada pada kedudukan ilmu yang sebenarnya, hingga ia tidak dengki kepada orang yang lebih tinggi ilmunya, tidak meremehkan orang yang lebih rendah ilmunya, dan tidak menjadikan ilmunya sebagai alat untuk mencari keuntungan duniawi.”
Ilmu Sejati Seperti Samudra
Ilmu yang benar itu seperti samudra luas. Samudra tidak pernah iri kepada hujan yang turun, karena ia tahu dirinya lebih luas. Samudra juga tidak pernah meremehkan sungai yang kecil, karena ia tahu setiap tetes air punya jalan pulang. Begitulah orang alim sejati: tidak hasad kepada yang lebih tinggi, tidak meremehkan yang lebih rendah.
Allah ﷻ berfirman:
وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ. (يوسف: 76)
“Dan di atas setiap orang yang berilmu, masih ada yang lebih mengetahui.”
Ayat ini mengingatkan kita: seberapa pun dalam ilmu kita, masih ada yang lebih tinggi, dan pada puncaknya, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Ilmu Sejati Seperti Pohon
Ilmu sejati juga seperti pohon yang rindang. Akarnya menghunjam ke bumi kerendahan hati, batangnya tegak dengan keimanan, daunnya meneduhkan orang lain, dan buahnya memberi manfaat tanpa pilih-pilih.
Allah ﷻ menggambarkan:
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ • تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ. (إبراهيم: 24-25)
“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kokoh, cabangnya menjulang ke langit, dan ia memberi buahnya setiap waktu dengan izin Tuhannya.”
Orang berilmu sejati akan selalu meneduhkan, bukan menyingkirkan. Membimbing, bukan menjatuhkan.
Ilmu Sejati Seperti Cahaya
Ilmu yang benar itu cahaya. Cahaya tidak pernah disimpan hanya untuk diri sendiri, ia selalu menerangi sekitar. Cahaya juga tidak sombong, meski kecil ia tetap memberi manfaat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ. (رواه مسلم)
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
Tapi bila cahaya itu digunakan untuk pamer atau mengejar dunia, ia padam—tidak lagi menerangi, hanya menjadi bara yang membakar pemiliknya. Rasulullah ﷺ juga memperingatkan:
مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُبَاهِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ، أَوْ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ، أَوْ يَصْرِفَ بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ النَّارَ. (رواه الترمذي)
“Barangsiapa menuntut ilmu untuk membanggakan diri di hadapan ulama, untuk berdebat dengan orang bodoh, atau untuk menarik perhatian manusia, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka.”
Jalan Ilmu, Jalan Keabadian
Abdullah bin Umar seakan ingin berkata: jangan jadikan ilmu sebagai topeng dunia. Ilmu sejati adalah yang membebaskan hati dari dengki, menjauhkan diri dari sombong, dan memurnikan niat dari kepentingan dunia.
Ilmu itu seperti air:
Kalau ditampung di hati yang jernih, ia jadi telaga yang menyejukkan.
Kalau ditampung di hati yang keruh, ia jadi genangan yang bau dan beracun.
Ilmu sejati harus melahirkan akhlak, bukan arogansi. Harus melahirkan kesabaran, bukan kedengkian. Harus melahirkan pengabdian, bukan ambisi.
Sosok alim sejati adalah samudra yang dalam, pohon yang rindang, dan cahaya yang menerangi.
Dialah cermin ilmu, bukan topeng dunia.
Jadi, siapapun kita—entah masih pemula, penuntut ilmu, atau pengajar—mari ukur ilmu kita bukan dengan banyaknya hafalan, tapi dengan beningnya hati. Karena yang Allah nilai bukan seberapa penuh kepala kita, tapi seberapa ikhlas hati kita.
Donasi DDII Jatim: lynk.id/laznasdewandakwahjatim
Rekening Da’wah :
BSI 7357 2777 73
a.n Laznas Dewan Dakwah Jawa Timur
Informasi & Konfirmasi
📱0851-0786-2777
LaznasDewanDakwah
RakerwilDDIIJatim
DariKitaKepenjuruNusantara
DakwahPedalaman
DariPedalamanMembangunPeradabanYangBerkelanjutan
Pemberdayaan
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
