Oleh Muhammad Hidayatullah, Wakil Ketua Bidang OSQ DDII Jatim
Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Siapa yang Disebut Sahabat Nabi?
Para ulama mendefinisikan sahabat Nabi (الصَّحَابَة) sebagai:
- Orang yang bertemu dengan Nabi Muhammad ﷺ dalam keadaan beriman.
- Tetap beriman kepada beliau hingga wafat.
Meskipun hanya sekali melihat Nabi ﷺ, selama ia beriman lalu meninggal dalam Islam, maka ia tetap dihitung sebagai sahabat.
Imam al-Bukhari berkata:
“Barangsiapa berjumpa dengan Nabi ﷺ, beriman kepadanya, dan meninggal dalam keadaan Islam, maka ia termasuk sahabat beliau.”
Apakah Orang yang Mengaku Bertemu Nabi Setelah Wafat Bisa Disebut Sahabat?
Jawabannya: Tidak.
Sahabat hanya terbatas pada orang yang hidup di masa Nabi ﷺ.
Setelah Nabi wafat, tidak ada lagi sahabat baru.
Jika ada orang yang mengaku bisa bertemu Nabi secara terjaga setiap saat, itu tidak menjadikannya sahabat.
Pertemuan nyata dengan jasad Nabi setelah wafat mustahil. Yang mungkin terjadi adalah melihat beliau dalam mimpi, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
“Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka sungguh ia benar-benar telah melihatku, karena setan tidak bisa menyerupaiku.” (HR. Bukhari-Muslim).
Jadi, klaim bertemu Nabi secara terjaga setelah beliau wafat tidak menjadikan seseorang sebagai sahabat Nabi, bahkan bertentangan dengan ijma’ (kesepakatan ulama).
Berapa Jumlah Sahabat Nabi?
Menurut riwayat Ibnu Hajar, jumlah sahabat Nabi mencapai lebih dari 100 ribu orang.
Imam Abu Zur’ah ar-Razi menyebut: “Barangsiapa yang wafat bersama Nabi ﷺ pada Haji Wada’ adalah lebih dari seratus ribu orang.”
Angka pastinya sulit ditentukan karena banyak sahabat yang hanya sempat bertemu sebentar dengan Nabi ﷺ.
Tingkatan Sahabat Nabi
Keutamaan sahabat berbeda-beda sesuai waktu masuk Islam, pengorbanan, dan kedekatannya dengan Nabi ﷺ. Para ulama membaginya dalam tingkatan:
- As-Sabiqun al-Awwalun (orang-orang yang pertama masuk Islam), seperti Abu Bakar, Khadijah, Ali bin Abi Thalib.
- Ahlu Badr (313 sahabat yang ikut Perang Badar). Nabi ﷺ bersabda:
“Allah melihat kepada orang-orang yang ikut perang Badar lalu berfirman: Lakukanlah sesuka kalian, sungguh Aku telah mengampuni kalian.” (HR. Bukhari-Muslim).
- Ahlu Uhud dan Bai’at Ridwan, yang disebutkan Allah dalam QS. Al-Fath: 18.
- Muhajirin dan Anshar, kelompok inti yang membangun pondasi Islam.
- Sahabat lainnya dari berbagai kabilah yang sempat bertemu Nabi ﷺ.
Khulafaur Rasyidin: Wali Allah Teragung
Di antara sahabat, yang paling utama adalah empat khalifah rasyidun. Mereka bukan hanya pemimpin umat, tapi juga wali Allah terbesar karena iman, takwa, dan kedekatan mereka dengan Rasulullah ﷺ.
- Abu Bakar ash-Shiddiq (أبو بكر الصديق)
Nama lengkap: ʿAbdullāh bin ʿUtsmān bin ʿĀmir.
Gelar: ash-Shiddiq → “Yang amat membenarkan.”
Gelar ini diberikan karena beliau langsung membenarkan Isra’ Mi’raj tanpa ragu.
Kelebihan: Sahabat paling dekat dengan Nabi ﷺ, teman hijrah, khalifah pertama.
- Umar bin al-Khattab al-Faruq (عمر بن الخطاب الفاروق)
Nama lengkap: ʿUmar bin al-Khaṭṭāb bin Nufayl.
Gelar: al-Faruq → “Yang membedakan kebenaran dan kebatilan.”
Gelar ini diberikan karena ketegasannya dalam menegakkan kebenaran.
Kelebihan: Khalifah kedua, terkenal adil, doanya sering dikabulkan Allah.
- Utsman bin Affan Dzun-Nurain (عثمان بن عفان ذو النورين)
Nama lengkap: ʿUtsmān bin ʿAffān bin Abī al-ʿĀṣ.
Gelar: Dzun-Nurain → “Pemilik dua cahaya.”
Karena beliau menikah dengan dua putri Nabi ﷺ: Ruqayyah dan Ummu Kultsum.
Kelebihan: Khalifah ketiga, sangat dermawan, penyumbang besar untuk Islam, penyatu mushaf Al-Qur’an.
- Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah (علي بن أبي طالب كرم الله وجهه)
Nama lengkap: ʿAli bin Abī Ṭālib bin ʿAbd al-Muṭṭalib.
Gelar: Karramallahu Wajhah → “Semoga Allah memuliakan wajahnya.”
Karena sejak kecil tidak pernah sujud pada berhala.
Juga dikenal dengan julukan Asadullah al-Ghalib → “Singa Allah yang Perkasa.”
Kelebihan: Khalifah keempat, sepupu sekaligus menantu Nabi ﷺ, dikenal dengan ilmu dan keberaniannya.
Kesimpulan:
Sahabat Nabi adalah orang yang bertemu beliau dalam keadaan beriman dan wafat dalam Islam.
Setelah Nabi wafat, tidak ada lagi sahabat baru, meski ada orang yang mengaku bertemu Nabi. Klaim semacam itu tidak menjadikannya sahabat.
Jumlah sahabat mencapai lebih dari 100 ribu orang, dengan tingkatan keutamaan yang berbeda.
Empat khalifah rasyidun adalah sahabat paling utama sekaligus wali Allah terbesar:
Abu Bakar ash-Shiddiq → Yang amat membenarkan.
Umar al-Faruq → Pembeda haq dan batil.
Utsman Dzun-Nurain → Pemilik dua cahaya.
Ali Karramallahu Wajhah → Wajah yang dimuliakan Allah.
Mereka adalah teladan iman, ketakwaan, dan kepemimpinan sejati dalam Islam.
Admin; Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
