Aku Mulia, Takkan Terhina – Keteguhan Jiwa Muslim

Oleh Muhammad Hidayatullah, Wakil Ketua Bidang PSQ DDII Jatim

Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Dalam bait indah seorang penyair, tergambar keteguhan seorang hamba yang tidak mau dihinakan oleh keadaan:

اَنا عَزيزٌ لا يُذَلُّ جَواري
اِخْتَرتُ نَفسي وَالنُّفوسُ عَزيزةٌ
اَنا لا أَعيشُ العُمرَ دونَ خِيارِ
لَكَ أَن تَغيبَ لَنْ أَموتَ بِغُربةٍ
فالأَرضُ أَرضي وَالمَدَارُ مَداري
لَكَ أَن تَجِفَّ لَنْ أَموتَ مِنَ الظَّمَا
أَنا مَن جَرَتْ فَوقَ الثَّرَى أَنهاري
لَكَ أَن تَهُبَّ لَنْ أَطِيحَ، فَداخِلي
جَبَلٌ وَريحُ الحُبِّ مَحضُ غُبارِ

“Aku mulia, takkan terhina oleh keadaan.
Aku memilih jalanku, hidupku punya pilihan.
Engkau boleh pergi, aku takkan mati dalam keterasingan.
Bumi adalah bumi-Nya, dan orbit hidupku tetap orbitku.
Engkau boleh mengering, aku takkan mati kehausan.
Sebab aku yang mengalirkan sungai di atas tanah.
Engkau boleh berhembus, aku takkan roboh,
karena di dalam diriku ada gunung,
sedang angin cinta hanyalah debu semata.”

Izzah: Kemuliaan Sejati Hanya dari Allah

Syair ini menggambarkan seorang mukmin yang teguh, tidak bergantung pada selain Allah, dan menjaga izzah (kemuliaan) dirinya.

Allah ﷻ menegaskan:

وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“Dan kemuliaan itu hanya milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui.” (QS: Al Munafiqun: 8)

Kemuliaan seorang mukmin bukan karena harta, jabatan, atau status sosial, tapi karena iman dan tawakkalnya kepada Allah.

Keteguhan Jiwa

  1. Fokus pada Akhirat
    Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ جَعَلَ الْهُمُومَ هَمًّا وَاحِدًا، هَمَّ الْمَعَادِ، كَفَاهُ اللَّهُ هَمَّ دُنْيَاهُ، وَمَنْ تَشَعَّبَتْ بِهِ الْهُمُومُ فِي أَحْوَالِ الدُّنْيَا، لَمْ يُبَالِ اللَّهُ فِي أَيِّ أَوْدِيَتِهَا هَلَكَ

“Barangsiapa menjadikan semua kegelisahannya hanya satu, yaitu tentang akhirat, maka Allah akan mencukupinya dari urusan dunia. Dan barangsiapa dicabik oleh kegelisahan dunia, Allah tidak peduli di lembah mana ia binasa.” (HR. Ibn Mājah)

  1. Kekuatan Istiqamah
    Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Rabb kami adalah Allah’, kemudian mereka istiqamah, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al Ahqaf: 13)

Izzah & Keteguhan

Imam Ali bin Abi Thalib berkata:

مَنْ طَلَبَ الْعِزَّ بِغَيْرِ حَقٍّ أَذَلَّهُ اللَّهُ

“Barangsiapa mencari kemuliaan bukan pada jalan yang benar, Allah akan hinakan dia.” (Nahj al-Balāghah)

Ibnul Qayyim menulis:

مَنْ تَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِ كَفَاهُ، وَمَنْ لَجَأَ إِلَيْهِ آوَاهُ، وَمَنْ أَحْسَنَ الظَّنَّ بِهِ جَازَاهُ عَلَى ظَنِّهِ

“Barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Allah cukupkan dia. Barangsiapa berlindung kepada-Nya, maka Allah akan menaunginya. Dan barangsiapa berbaik sangka kepada-Nya, Allah akan membalas sesuai prasangkanya.” (Madarij as-Sālikīn)

Imam Asy Syafi’i berkata tentang kemandirian jiwa:

مَنْ لَمْ يَعْزُ نَفْسَهُ فَلَا عِزَّ لَهُ

“Barangsiapa tidak memuliakan dirinya, maka ia tidak akan mendapatkan kemuliaan.” (al-Bayhaqi, Manaqib asy-Syafi’i)

Gunung dalam Jiwa

Syair di atas mengajarkan kita untuk tidak goyah oleh hilangnya dunia, tidak runtuh oleh ditinggalkan manusia, dan tidak layu karena kehilangan cinta semu.
Seorang mukmin memiliki gunung dalam jiwanya—yaitu iman, tawakkal, dan izzah yang Allah tanamkan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, namun pada keduanya ada kebaikan.” (HR. Muslim)

Maka, jangan takut kehilangan dunia—karena izzahmu bersama Allah, bukan bersama makhluk.

Syair ini adalah gema dari ayat-ayat Allah dan nasihat ulama: tegakkan izzah, jangan mau dihina dunia, dan jadilah mukmin yang teguh seperti gunung.

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *