Oleh : Safira Lasomar
(Mahasiswi Akademi Dakwah Indonesia Dewan Dakwah Jatim 2024-2025)
Dewandakwahjatim.com, Mojokerto – Dakwah bukan hanya tugas individu, melainkan bagian dari kerja kolektif yang membutuhkan kerja sama, ilmu, dan kebijaksanaan.
Salah satu bentuk sinergi dalam dunia dakwah adalah pertukaran khatib antar masjid. Hal ini sangat bermanfaat, karena memberikan variasi dalam penyampaian pesan dan memperluas cakrawala jamaah.
Namun, agar efektif, dibutuhkan etika dan koordinasi. Seorang khatib yang akan digantikan sebaiknya memberitahu penggantinya tentang tema-tema khutbah sebelumnya agar tidak terjadi pengulangan, serta menyampaikan jadwal dan kebiasaan khutbah di masjid tersebut.
Lebih dari itu, seorang dai juga harus berbekal ilmu syar’i yang kuat, karena dakwah bukan sekadar menyampaikan, tetapi juga membimbing. Ilmu syar’i harus diperoleh melalui membaca, mendengarkan, dan menghadiri majelis ilmu.
Keutamaannya sangat besar: ilmu menyelamatkan seorang dai dari kesalahan, membekali dia dengan pemahaman hukum fikih, dan membantunya bersikap bijaksana dalam menghadapi perubahan zaman.
Tanpa ilmu, seorang dai rentan melakukan kekeliruan yang justru bisa merugikan dakwah itu sendiri.
Dakwah juga bukan tugas eksklusif bagi para ulama atau tokoh agama. Setiap individu memiliki kapasitas untuk melayani agama, sesuai kemampuan masing-masing.
Pada masa Rasulullah ﷺ, ada seorang wanita yang membersihkan masjid, dan saat ia meninggal dunia, Rasul ﷺ menshalatinya sebagai bentuk penghargaan atas perannya. Kisah ini menjadi pengingat bahwa kontribusi dalam dakwah bisa datang dari siapa saja, bahkan dalam bentuk yang sederhana.
Salah satu bentuk dakwah yang sangat penting namun sering terabaikan adalah kunjungan ke penjara. Memberikan nasihat dan bimbingan kepada para narapidana merupakan bagian dari tugas dakwah yang mulia. Selain itu, mendorong pihak pengelola penjara untuk mendukung kegiatan dakwah menjadi langkah strategis. Namun, penting pula untuk memilih dai yang bijak dan memahami kondisi unik para penghuni penjara agar dakwah bisa diterima dengan baik.
Kegiatan kolaboratif lain yang sangat penting dalam dakwah adalah pertemuan antar pemuka masjid untuk membahas program-program dakwah dan saling bertukar pengalaman.
Dengan adanya forum semacam ini, para imam bisa menyelaraskan visi, membangun kekuatan bersama, dan memperkuat sinergi dakwah di tingkat lokal maupun nasional.
Pada akhirnya, memahami sirah nabawiyah menjadi bekal utama bagi dai dalam meneladani akhlak dan strategi Rasulullah ﷺ.
Dengan memahami perjalanan hidup Nabi, seorang dai akan terbentuk menjadi pribadi yang sabar, lembut, dan bijak dalam menghadapi tantangan dakwah. Sirah memberikan gambaran nyata tentang bagaimana menghadapi umat, menyampaikan kebenaran, dan tetap teguh dalam misi dakwah meskipun banyak rintangan menghadang.
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
