Amalan Yang Mendatangkan Keberkahan

Oleh: Ridwan Ma’ruf
Ketua Majelis Pertimbangan DDII Kab. Sidoarjo ( 2024 – 2029 ), Pendiri Tahfidz Islamic School Al Fatih Sidoarjo, dan Praktisi Spiritual Parenting Sidoarjo

https://t.me/RidwanMaruf2/5

Dewandakwahjatim.com, Sidoarjo – Apa itu barokah atau keberkahan ? adalah Bertambahnya Kebaikan Secara Terus Menerus yang Allah Ta’ala berikan kepada hamba2Nya yang Dia kehendaki, sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Qs. An Nisa ( 4 ) ayat 79 , yaitu

مَّآ أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا
Artinya: Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.

Ayat diatas mengandung makna , bahwa
Seluruh kenikmatan itu berasal dari allah Ta’ala Sebagai karunia dariNya.Dan apa yang menimpa seseorang berupa keburukan itu disebabkan oleh perbuatan buruknya berupa dosa serta kesalahan. ( Ref : Kitab Tafsir Al Quran Al Muyassar / Hal. 90 )

Oleh karenanya ada tiga keadaan amalan yang menjadikan sebab Allah Ta’ala memberikan tambahan kebaikan kepada hambaNya berupa kebaikan umur, harta atau tempat tinggal, yaitu :

1. Bangun Waktu Subuh
Untuk melaksanakan amal sholih berupa sholat subuh berjama’ah di masjid, dan atau tholabul ilmu, dlsb. Waktu subuh adalah waktu keramat karena didalamnya ada Doa dari Nabi Saw bagi umatnya yang mengawali aktifitas amal sholihnya di waktu subuh. Nabi Saw bersabda :

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya”.
( HR.Abu Daud Dishohihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albany )

Bahkan Nabi Saw membenci orang yang tidur Setelah sholat subuh, kecuali dikarenakan udzur syar’i , misal : sakit dlsb. Karena waktu subuh adalah waktu diturunkan rejeki oleh Allah Ta’ala . Sebagaimana sabdanya :

قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: نَوْمُ الصُّبْحَةِ يَمْنَعُ الرِّزْقَ.

Artinya :
Tidur pagi itu menghalangi datangnya rezeki. (HR Ahmad dan Baihaqi).

Demikian pula Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, berkata :

وَنَوْمُ الصُّبْحَةِ يَمْنَعُ الرِّزْقَ؛ لِأَنَّ ذَلِكَ وَقْتٌ تَطْلُبُ فِيهِ الْخَلِيقَةُ أَرْزَاقَهَا، وَهُوَ وَقْتُ قِسْمَةِ الْأَرْزَاقِ، فَنَوْمُهُ حِرْمَانٌ إِلَّا لِعَارِضٍ أَوْ ضَرُورَةٍ،

Artinya: “Tidur setelah subuh mencegah rezeki, karena waktu subuh adalah waktu mahluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki. Tidur setelah subuh suatu hal yang dilarang [makruh] kecuali ada penyebab atau keperluan.

2. Amalan Yang Terkait Dengan Tempat

Yaitu rumah yang didalamnya didirikan sholat Sunnah dan bacaan Al Qur’an

Sebagaimana sabda Nabi Saw, yaitu :

مَثَلُ ‌الْبَيْتِ ‌الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ، وَالْبَيْتِ الَّذِي لَا يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ، مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
Artinya :
Perumpamaan rumah yang dimakmurkan dengan zikir dan rumah yang tidak dimakmurkan dengan zikir adalah seperti orang hidup dan mati.” ( HR. Muslim, no. 779 )

Maka sudah selayaknya ibadah sunnah, dan bacaan Al Quran itu seseringkali dilaksanakan didalam rumah , agar ketenangan, dan kebahagiaan hidup senantiasa dapat dirasakan oleh keluarga yang tinggal di dalamnya

3 Amalan Yang Terkait Dengan Profesi Pekerjaan Seseorang

adalah pekerjaan yang dilakukan sesuai syar’i yang pendapatan incomenya dari sumber yang halal, dan penggunaanya fi sabiilillaah. Sabda Nabi Saw :

إِنَّ الْعَبْدَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ

“ Sungguh, seorang hamba akan terhalang dari rezeki karena dosa yang diperbuatnya. ” (HR. Ahmad, 5:277)

Demikian juga Ibnul Qayyim Al Jauziyah berkata,

وَكَمَا أَنَّ تَقْوَى اللَّهِ مَجْلَبَةٌ لِلرِّزْقِ فَتَرْكُ التَّقْوَى مَجْلَبَةٌ لِلْفَقْرِ، فَمَا اسْتُجْلِبَ رِزْقُ اللَّهِ بِمِثْلِ تَرْكِ الْمَعَاصِ

Takwa kepada Allah menjadi kunci pembuka pintu rezeki, sedangkan lalai dalam takwa justru dapat mengundang kefakiran. Rezeki hanya akan mengalir ketika seseorang menjauhi segala bentuk maksiat. ( Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa’ , hlm. 85).

Wallaahu ‘Alamu Bishshowwab

Sidoarjo, 5 Shafar 1447 H / 30 Juli 2025 M

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *