Al Qur’an, Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi.

Oleh Adi Purnomo, Sekretaris Dewan Da’wah, Kab. Banyuwangi

Dewandakwahjatim.com, Banyuwangi – Surat dan Ayat Al Qur’an yg mendorong Ummat Islam untuk mempelajari Astronomy, Tehnology Pesawat Ruang Angkasa, Technologi Rudal, dst. adalsh Surat Ar Rahman, Surat ke 55, Ayat 33. Allah Subhanallahi Ta’ala berfirman:

يَٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ إِنِ ٱسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا۟ مِنْ أَقْطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ فَٱنفُذُوا۟ ۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَٰنٍ

yaa ma’syarol-jinni wal-ingsi inistatho’tum ang tangfuzuu min aqthooris-samaawaati wal-ardhi fangfuzuu, laa tangfuzuuna illaa bisulthoon

“Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Alla

“O company of jinn and mankind, if you are able to pass beyond the regions of the heavens and the earth, then pass. You will not pass except by authority [from Allāh].” (English – Sahih International)

Surat Ar-Rahman ayat 33 tersebut menjelaskan tentang tantangan bagi jin dan manusia untuk menembus batas langit dan bumi.

Ayat ini menegaskan bahwa mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali dengan kekuatan dari Allah.

Ayat ini juga dapat dipahami sebagai dorongan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena dengan izin Allah, manusia dapat menjelajahi ruang angkasa. 

Berikut adalah penjelasan lebih detail:

  1. Tantangan Menembus Batas:

Ayat ini menyeru jin dan manusia untuk mencoba menembus atau melintasi penjuru langit dan bumi. Ini adalah tantangan yang menunjukkan keterbatasan kemampuan mereka di hadapan kekuasaan Allah. 

  1. Keterbatasan Manusia dan Jin:

Ayat ini menyoroti bahwa baik manusia maupun jin tidak memiliki kekuatan untuk melakukan hal tersebut tanpa izin dan bantuan dari Allah. 

  1. Dorongan untuk Ilmu Pengetahuan:

Sebagian ulama menafsirkan “kekuatan” dalam ayat ini sebagai ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini menunjukkan bahwa dengan ilmu, manusia dapat mencapai hal-hal yang sebelumnya dianggap tidak mungkin, seperti menjelajahi ruang angkasa, namun tetap dalam batas-batas kekuasaan Allah. 

  1. Pentingnya Bergantung pada Allah:

Ayat ini juga mengajarkan pentingnya bergantung kepada Allah dalam segala usaha dan mengakui keterbatasan diri sebagai makhluk ciptaan. 

Secara keseluruhan, surat Ar-Rahman ayat 33 menekankan kebesaran Allah dan keterbatasan makhluk-Nya, serta mendorong manusia untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga untuk selalu mengingat keterbatasan diri dan bergantung pada Allah. 

Surat Ar Rahman Ayat 33, Bukti Lemahnya Jin dan Manusia.

Surat, Ayat ini mendorong, memotivasi kaum muslimin untuk belajar Astronomi.

Apa itu Astronomy?

Astronomi adalah ilmu yang mempelajari benda-benda langit, seperti bintang, planet, galaksi, dan fenomena alam semesta lainnya, termasuk asal-usul, evolusi, dan sifat fisik serta kimiawinya.

Secara sederhana, astronomi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang ada di luar atmosfer Bumi.

Lebih Detail:

Objek yang Dipelajari:

Astronomi mencakup studi tentang berbagai benda langit, mulai dari benda-benda terdekat seperti Bulan dan Tata Surya, hingga bintang-bintang di Galaksi Bima Sakti, bahkan galaksi-galaksi lain yang jaraknya sangat jauh.

Fenomena Alam Semesta:

Astronomi juga mempelajari berbagai fenomena alam semesta, seperti gerhana matahari dan bulan, konjungsi planet, hujan meteor, dan lain sebagainya.

Hubungannya dengan Ilmu Lain:

Astronomi sangat terkait dengan ilmu lain, seperti fisika, matematika, kimia, dan geologi. Misalnya, astrofisika menerapkan prinsip-prinsip fisika untuk memahami sifat-sifat benda langit, sementara astrometri mempelajari posisi dan gerakan benda langit.

Peran Astronomi dalam Kehidupan:

Astronomi memiliki peran penting dalam pemahaman kita tentang alam semesta, termasuk asal-usul dan evolusi alam semesta, serta tempat kita di dalamnya.

Astronomi vs. Astrologi:

Penting untuk diingat bahwa astronomi adalah ilmu pengetahuan ilmiah, sementara astrologi adalah ilmu yang tidak ilmiah yang mencoba mengaitkan posisi benda langit dengan peristiwa atau sifat manusia.

Mempelajari Astronomy hukumnya Fardhu Kifayah. Diantara kaum muslimin hrs ada yg jadi pakar Astronomi, tdk hrs semua kaum muslimin jadi Ahli Astronomy.

Dlm kehidupan berislam, Astronomy bisa untuk menyusun kalender, mengetahui, menghitung kpn awal bulan, kpn akhir bulan, dst.

Mudah-mudahan tulisan singkat ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

Barokallah fi kum wa jazakallu khairaan.

Kaligondo, Genteng, Banyuwangi, Jawa – Timur.

Selasa, 4 Safar 1447 H /
Tuesday, July 29, 2025.
Pukul 06.00

Admin: Kominfo DDII Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *