Memulai Dakwah Dengan Tasfiyah Wa Tarbiyah

Oleh: Ridwan Ma’ruf, Ketua Majelis Pertimbangan DDII Kab. Sidoarjo ( 2024 – 2029 ) / Pendiri Tahfidz Islamic School Al Fatih Sidoarjo, dan Praktisi Spiritual Parenting Sidoarjo

Dewandakwahjatim.com, Sidoarjo – Secara etimologi makna Tasfiyah adalah Pemurnian, sedangkan makna secara Istilahi adalah pembersihan atau purifikasi ajaran Islam dari segala bentuk kesyirikan, dan atau penyimpangan baik dari sisi keyakinan, ibadah dan muamalah. Adapun makna dari Tarbiyah secara etimologi adalah pendidikan dan atau bimbingan. Sedangkan makna secara Istilahi, adalah membimbing umat islam dengan ilmu yang bersumber dari Al Quran dan As Sunnah Ash Shohihah. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam Surat Muhammad ayat 19 :

فَٱعْلَمْ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسْتَغْفِرْ لِذَنۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَىٰكُمْ

Artinya: Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.

Makna ayat diatas Terkandung arti : ” Inilah ilmu yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala yaitu ilmu tentang menjadikan satu-satunya Allah Ta’ala sebagai Robb yang berhak disembah dan dimintai pertolongan. Ilmu ini adalah wajib hukumnya, dan semua manusia sangat memerlukannya. ” ( Ref. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di / Tafsir Al Quran / Darul Haq Jakarta / Jilid 6 / Hal. 539 ).

Dan dari ayat tersebut kita bisa mengambil tiga faedah penting, yaitu :

Pertama , yaitu : Bahwa setiap di antara kita adalah Da’i wajib memulai dakwahnya dengan Tauhid ( red. Tasfiyah ) . Allah Ta’ala berfirnan dalam surat An Nahl ayat 36 :

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلطَّٰغُوتَ….

Artinya :
Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”,

Kedua yaitu : hendaknya seorang Da’i sudah seharusnya mampu memberikan bimbingan dan pendidikan kepada umat Islam ( red. Tarbiyah ) dengan ilmu yang bersumber dari Al Quran dan As Sunnah yang shohih . Allah Ta’ala berfirman dalam

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ
Artinya :

bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…

Ayat tersebut terkandung makna, bahwa Al Quran sebagai sumber hidayah atau petunjuk kebaikan bagi hati yang lalai dari mengingat Allah Ta’ala.

Ketiga , yaitu : setiap da’i dalam menyampaikan pesan dakwahnya sudah sepatutnya disesuaikan dengan tingkat pemahaman atau Intelektualitas mad’unya . Sebagaimana ucapan Ibnu Mas’ud Radhiyallaahu ‘Anhu, yaitu :

ما أنْتَ بمُحَدِّثٍ قَوْمًا حَدِيثًا لا تَبْلُغُهُ عُقُولُهُمْ، إلَّا كانَ لِبَعْضِهِمْ فِتْنَةً

“Tidaklah Engkau berbicara dengan suatu kaum dengan suatu perkataan yang tidak bisa digapai oleh akal mereka, kecuali akan menjadi fitnah (kesesatan) bagi sebagian mereka” (HR. Muslim dalam Muqaddimah-nya [hal. 5]).

Kesimpulan :

Setiap diantara kita adalah da’i atau muballigh. Oleh karenanya sudah sewajibnya kita sebagai da’i untuk mengisi di sisa umur kita ini dengan Mendakwahkan Tasfiyah dan Tarbiyah di tengah-tengah umat pada umumnya dan umat islam pada khususnya.
Wallaahu ‘Alamu Bish Showwab

Sidoarjo, 24 Muharam 1447 H/ 19 Juli 2025 M

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *