Tanda-Tanda Kiamat: Tanah Arab yang Kembali Subur dan Gedung-Gedung Mewah dari Tangan Kaum Miskin

Oleh Muhammad Hidayatullah, Wakil Ketua Bidang PSQ DDII Jatim

Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Di tengah hiruk-pikuk kemajuan zaman, kita tak bisa menutup mata dari fenomena yang makin hari makin sesuai dengan kabar dari Nabi Muhammad ﷺ lebih dari 14 abad silam. Dua tanda besar akhir zaman mulai tampak nyata: tanah Arab yang kembali menghijau dan kaum miskin yang membangun gedung-gedung pencakar langit.

Tanah Arab yang Menjadi Subur dan Sungai-Sungai Mengalir

Rasulullah ﷺ bersabda:

“لا تقوم الساعة حتى تعود أرض العرب مروجاً وأنهاراً”

“Tidak akan terjadi kiamat hingga tanah Arab kembali menjadi padang rumput dan sungai-sungai.” (HR. Muslim)

Hadits ini bukan dongeng atau metafora semata. Hari ini, kita menyaksikan teknologi pertanian modern dan rekayasa irigasi mengubah gurun-gurun tandus di kawasan Arab menjadi ladang hijau yang subur. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, hingga wilayah gurun di Yordania kini mulai memproduksi hasil pertanian lokal. Tak hanya itu, proyek-proyek pengalihan air dan pemanfaatan air laut yang didesalinasi menjadi sungai buatan adalah fakta nyata.

Apakah ini sekadar pencapaian teknologi? Ataukah ini peringatan bahwa janji Nabi ﷺ sedang tergenapi satu demi satu?

Kaum Miskin Membangun Gedung-Gedung Tinggi

Satu lagi sabda Rasulullah ﷺ yang semakin tampak kebenarannya:

“وأن ترى الحفاة العراة العالة رعاء الشاء يتطاولون في البنيان”

“(Tanda kiamat adalah) engkau melihat orang-orang miskin yang dahulu bertelanjang kaki, tidak berpakaian, penggembala kambing, justru berlomba-lomba meninggikan bangunan.” (HR. Muslim)

Perhatikan kota-kota seperti Dubai, Riyadh, dan Doha. Dulu daerah-daerah itu dihuni kaum nomaden yang hidup sederhana. Kini, pencakar langit menjulang seolah ingin menyentuh langit. Burj Khalifa — bangunan tertinggi di dunia — berdiri di tengah-tengah kawasan yang dulunya adalah gurun.

Fenomena ini adalah isyarat nyata: perubahan drastis ekonomi, sosial, dan budaya yang mengarah pada salah satu pertanda kiamat. Nabi ﷺ menyampaikan ini bukan untuk membuat kita gentar, tapi agar kita tersadar.

Saatnya Bangkit: Kembali kepada Allah Sebelum Terlambat

Tanda-tanda kiamat bukan hanya cerita mistik atau sekadar pengingat nostalgia. Ia adalah wake-up call bagi umat manusia agar segera kembali kepada iman, amal saleh, dan kesadaran akan akhirat.

Allah Ta’ala berfirman:

“اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ”

“Telah dekat (datangnya) kiamat, dan telah terbelah bulan.” (QS. Al-Qamar: 1)

Dunia ini bukan tempat tinggal abadi. Semua akan musnah. Yang akan tersisa hanyalah amal kita, keyakinan kita, dan hubungan kita dengan Allah. Maka saat dunia makin menunjukkan tanda-tanda akhirnya, sudahkah kita siapkan bekal?

Yuk, kembali ke Al-Qur’an dan sunnah. Jangan hanya terpukau oleh gedung tinggi dan taman gurun yang indah, tapi lupa kalau semua itu adalah peringatan.

Tanda-tanda itu nyata. Saatnya kita lebih nyata juga dalam taubat, syukur, dan ibadah.

Admin: Kominfo DDII jatim

Editir: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *