Oleh: Muhammad Hidayatullah, Wakil Ketua Bidang PSQ DDII Jatim
Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Di tengah dunia yang terus berubah—teknologi yang semakin canggih, peradaban yang melesat cepat—masih ada satu mukjizat yang tetap hidup, tetap relevan, tetap menggetarkan hati manusia: Al-Qur’an.
Bukan mukjizat yang hanya bisa dilihat pada satu zaman lalu hilang.
Bukan keajaiban sesaat yang bisa dibantah oleh logika zaman.
Tapi mukjizat abadi yang terus menyinari hati manusia lintas ruang, waktu, bangsa, bahkan profesi.
Al-Qur’an: Mukjizat yang Berbicara kepada Akal dan Hati
Rasulullah ﷺ tidak diberi tongkat seperti Nabi Musa,
tidak bisa menghidupkan orang mati seperti Nabi Isa,
tapi beliau ﷺ diberi Al-Qur’an—mukjizat yang bisa dibaca, dipelajari, disentuh, dan dihafal oleh jutaan manusia.
قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا وَقَدْ أُعْطِيَ مِنَ الْآيَاتِ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ، وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُهُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللّٰهُ إِلَيَّ، فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Tidak ada seorang nabi pun melainkan telah diberikan mukjizat yang membuat manusia beriman. Adapun yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang Allah wahyukan kepadaku (yaitu Al-Qur’an). Maka aku berharap akulah yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mukjizat yang Menggetarkan Dunia Ilmu
Al-Qur’an bukan buku sains. Tapi dalam ayat-ayatnya, ilmu pengetahuan bersujud.
Berabad-abad setelah diturunkan, manusia baru menemukan kebenaran ilmiah yang telah disebutkan dalam wahyu.
- Dr. Maurice Bucaille
Dokter Prancis yang meneliti mumi Fir’aun. Ia takjub membaca ayat:
فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً
“Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu, agar kamu menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu.” (QS. Yunus: 92)
Jasad Fir’aun baru ditemukan tahun 1898, tapi Al-Qur’an menyebutkan itu 13 abad sebelumnya. Ia lalu menulis “The Bible, the Qur’an and Science” dan masuk Islam.
- Prof. Keith L. Moore, pakar embriologi dunia, setelah mengkaji ayat:
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً
“Lalu Kami jadikan air mani itu segumpal darah (‘alaqah), lalu segumpal daging…” (QS. Al-Mu’minun: 14)
Ia menyatakan:
“Deskripsi dalam Al-Qur’an tentang embriologi jauh lebih akurat daripada pengetahuan pada abad ke-7.”
Dan memasukkan ayat Qur’an dalam bukunya The Developing Human.
- Yusuf Estes, mantan pendeta dari Texas, justru menemukan bahwa Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab yang terpelihara dari perubahan, padat logika, penuh ketenangan, dan tak bertentangan dengan akal sehat.
Al-Qur’an: Mukjizat yang Bisa Dipegang, Dibaca, Dihafal
Berbeda dengan mukjizat nabi terdahulu yang hanya bisa disaksikan oleh segelintir orang,
Al-Qur’an adalah mukjizat yang bisa dibawa pulang oleh siapa saja.
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
“Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami pula yang akan menjaganya.” (QS. Al-Hijr: 9)
Dan ia datang untuk semua manusia, bukan hanya orang yang “sudah baik”:
هَٰذَا بَلَاغٌ لِّلنَّاسِ
“Ini adalah penyampaian untuk seluruh manusia.”
(QS. Ibrahim: 52)
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ.
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat…” (QS. Al-Isra’: 82)
Penutup
Jika ilmuwan dunia sujud karena Al-Qur’an…
Jika orang yang sebelumnya anti-Islam berbalik arah karena kedalaman Al-Qur’an…
Maka mengapa kita—yang lahir sebagai Muslim—masih jauh darinya?
Jangan tunggu jadi suci untuk memulai membaca.
Karena justru Al-Qur’an-lah yang akan menyucikan hatimu.
Jangan tunggu waktu luang untuk mendekatinya.
Karena tanpa Al-Qur’an, hidupmu akan kosong meski penuh kesibukan.
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudino Syueb
