Bahasa Arab adalah Bahasa Ḍād(اللغة العربية هي لغة الضاد)

Oleh: Muhammad Hidayatullah, Wakil Ketua Bidang PSQ DDII Jatim

Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Di antara ribuan bahasa yang mengalir di lidah manusia, bahasa Arab memegang satu kehormatan istimewa. Bukan karena jumlah penuturnya, bukan karena luasnya wilayahnya, tapi karena satu huruf yang menjadikannya unik, suci, dan tak tergantikan:

Ḍād (ض)

Inilah sebab bahasa Arab dijuluki “لغة الضاد” — bahasa Ḍād. Julukan ini tak diberikan pada bahasa lain di bumi. Hanya Arab yang memilikinya. Hanya lidah yang terlatih yang mampu mengucapkannya dengan benar.

Makhraj Huruf Ḍād: Rahasia yang Membuatnya Istimewa

Huruf Ḍād keluar dari tepi lidah bagian samping yang menyentuh gigi geraham atas bagian dalam. Tepatnya dari:

جانِبِ اللِّسَانِ مَعَ الأَضْرَاسِ العُلْيَا
“Sisi lidah bersama dengan geraham atas.”

Itulah mengapa huruf ini sangat sulit diucapkan oleh bangsa selain Arab. Butuh keterampilan, kepekaan, dan kesadaran makhraj yang tinggi. Bahkan beberapa bangsa Arab pun terkadang mencampuradukkan bunyi ini dengan Ẓāʼ (ظ), karena begitu mirip tapi tak sama.

Inilah huruf eksklusif — penanda bahwa bahasa Arab bukan sembarang bahasa. Ia membawa identitas, ketelitian, dan kesakralan.

Ḍād dalam Surah Al-Fātiḥah: Bukan Sekadar Huruf, Tapi Doa

Ketika kau membaca:

ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ – صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ – غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ – وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

Di ujung ayat terakhir — “ٱلضَّآلِّينَ” — muncul huruf Ḍād sebagai penutup.
Bukan tanpa makna.
Itu bukan kebetulan.

Seolah Allah ingin menegaskan bahwa jalan lurus yang kita mohonkan, hanya akan diraih dengan bahasa yang benar, doa yang fasih, dan hati yang sadar.

Ibn Jinnī dan Kebanggaan atas Bahasa Ḍād

Huruf ini bukan sembarang bunyi. Ia keluar dari sisi lidah yang bersentuhan dengan geraham—sebuah makhraj yang kompleks, yang bahkan oleh lidah-lidah non-Arab dianggap sulit ditiru. Inilah mengapa Ibn Jinnī, seorang pakar linguistik Arab terkemuka abad ke-10, dalam karya legendarisnya Al-Khaṣā’iṣ, menekankan kemuliaan bahasa Arab lewat keunikan struktur, bunyi, dan kekuatan ekspresinya.

“أعتبره من أشرف ما صُنّف في علم العرب”
“Aku anggap ini sebagai karya termulia dalam ilmu tentang Arab.”

Bahasa Arab Unik & Kaya Makna

Ibn Jinnī dengan tegas menyatakan bahwa bahasa Arab memiliki kekuatan ekspresi yang sangat dalam dan tak tertandingi. Ia berkata:

“فإنّ أكثر خصائص هذه اللغة إنما تتبيّن وتظهر بالحِكَم، والمعاني، والنكت، واللطائف.”
“Sesungguhnya sebagian besar dari kekhususan bahasa Arab itu tampak melalui hikmah, makna, rahasia, dan kehalusan-kehalusan.”
(al-Khaṣā’iṣ, Juz 1)

Ini menunjukkan rasa bangga beliau bahwa bahasa Arab bukan sekadar bahasa komunikasi, tapi bahasa yang penuh filsafat dan rasa.

Kekhususan Huruf Dhad (ض)

Ibn Jinnī sangat menonjolkan Ḍād sebagai simbol keistimewaan bangsa Arab. Dalam kitabnya, beliau berkata:

“وليس في كلام الأعاجم حرف يجيء مجيء الضاد.”
“Tidak ada satu pun dalam ucapan bangsa non-Arab huruf yang datang seperti datangnya huruf Ḍād.”

Ini bukan hanya penjelasan linguistik, tapi juga kebanggaan budaya: hanya Arab yang mampu melafalkan dan memakai huruf ini secara alami.

Rasionalitas Bahasa Arab

Ibn Jinnī tidak hanya melihat bahasa Arab secara tradisional, tetapi menghormatinya sebagai bahasa yang sangat logis. Ia menyatakan bahwa:

“إن كثيرا من تصرف العرب في كلامها إنما يُعلّل على قياس العقل وطباعه.”
“Banyak dari struktur bahasa Arab itu dijelaskan berdasarkan logika akal dan tabiatnya.”

Bahasa Arab Adalah Bahasa Wahyu

Meski tidak eksplisit menyebut Al-Qur’an dalam semua tempat, namun jelas dalam banyak bagian, Ibn Jinnī menyiratkan bahwa kemuliaan bahasa Arab juga karena ia menjadi bahasa Al-Qur’an, yang mengandung struktur bahasa paling sempurna.

Dalam banyak bagian, Ibn Jinnī mengungkapkan kekaguman atas keindahan gramatika Arab yang sistematis, konsisten, dan penuh kecermatan:

“Barang siapa yang mendalami bahasa Arab dengan serius, maka ia akan tahu bahwa tidak ada satu huruf pun, satu bentuk pun, kecuali ada rahasia dan tujuan yang mendalam di baliknya.”

Kebanggaan Ibn Jinnī dalam al-Khaṣā’iṣ bukanlah kebanggaan kosong. Itu adalah kebanggaan ilmiah, filosofis, dan spiritual terhadap bahasa yang diyakininya sebagai bahasa paling lengkap, paling logis, dan paling indah.

Beliau meyakini bahwa meneliti bahasa Arab adalah seperti menyelami samudra hikmah—dan lewat al-Khaṣā’iṣ, ia mengajak kita ikut menyelaminya.

Banyak ulama dan ahli bahasa setelahnya terpesona oleh misteri huruf ini. Mereka bahkan menulis kitab-kitab khusus hanya untuk membahas satu huruf saja — huruf Ḍād — dan membandingkannya dengan saudaranya yang serupa, Ẓāʼ. Karya-karya seperti Al-Dhod wa al-Dho’ dan Al-Miṣbāḥ fī al-Farq bayna al-Ḍād wa al-Ẓāʼ menjadi bukti betapa seriusnya perhatian umat terhadap satu huruf yang menjadi lambang kemuliaan ini.

Para cendekiawan Arab klasik, dari al-Aṣma‘ī hingga Sibawayh, sepakat: Ḍād adalah ciri yang membedakan Arab dari bangsa lainnya. Ia bukan sekadar huruf, tapi simbol eksistensi dan kemuliaan sebuah peradaban.

Ḍād menjadi suara yang hanya bisa dihidupkan oleh jiwa Arab sejati — bukan karena eksklusivitas etnis, tapi karena kecintaan dan keahlian dalam memahami bahasa yang dipilih Allah untuk menyampaikan wahyu-Nya.

Maka, ketika kau mengucap “ḍād”, sadarilah:
Kau sedang menghidupkan warisan fonetik yang tak tergantikan,
Simbol identitas bangsa,
Dan gema dari bahasa surga.

Bahasa Arab: Bahasa Ḍād. Sebuah kehormatan. Sebuah peradaban.

Ḍād: Bukan Sekadar Bunyi, Tapi Cermin Jiwa

Ḍād adalah ujian bagi lidah,
Tapi juga latihan bagi hati.
Ia mengajarkan ketelitian, kesabaran, dan kebanggaan atas bahasa yang dipilih Allah.

Ketika engkau mampu mengucapnya dengan benar,
Engkau sedang menjaga warisan wahyu.
Engkau sedang menyambung napas para nabi.
Engkau sedang berdiri di tengah jalan lurus yang terbentang dari bumi ke langit.

Sebuah Doa yang Menggema dalam Ḍād

Maka saat lidahmu menyebut:

“وَلَا ٱلضَّآلِّينَ”

Ingatlah…

Kau sedang menutup doa terbesar dalam hidupmu…
dengan huruf paling mulia dalam sejarah bahasa.

Inilah bahasa Arab.
Bahasa Ḍād. (اللغة العربية هي لغة الضاد)
Bukan sekadar komunikasi. Tapi cermin identitas, kehormatan, dan cahaya dari langit.

Admin: Kominfo DFII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *