SMA UNGGUL GARUDA:SEMOGA MENYELESAIKAN MASALAH TANPA MASALAH

Artikel Terbaru ke-2.210
Oleh: Dr. Adian Husaini (www.adianhusaini.id), Ketua Umum DDIU Pusat

Dewandakwahjatim.com, Depok - Pemerintah sedang giat-giatnya berusaha meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Salah satunya, dengan cara mendirikan beberapa SMA Unggul di berbagai pelosok Indonesia. Uniknya, SMA Unggul ini diserahkan pendirian dan pengelolaannya kepada Kemendiktisaintek. Apakah program ini akan menjadi solusi bagi pendidikan Indonesia?

Kita menyambut baik, niat dan tekad pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menggenjot kualitas pendidikan Indonesia. Bukan hanya Indonesia yang berpikir seperti itu. Semua negara selalu menempatkan pendidikan sebagai aspek strategis bagi peningkatan kualitas manusianya. 

Apakah program pendirian Sekolah Unggul Garuda (SUG) ini akan menjadi solusi bagi pendidikan Indonesia? Jawabnya: Tentu kita berharap seperti itu. Bahkan, lebih dari itu. Semoga SUG bisa menyelesaikan masalah, tanpa masalah, seperti iklan satu institusi ekonomi yang sempat viral.  

Kita cermati berbagai informasi tentang SUG.    Nama programnya: “SMA UNGGUL GARUDA TRANSFORMASI.” Dijelaskan dalam situs resminya: “Program SMA Unggul Garuda Transformasi adalah program penguatan bagi SMA yang sudah ada, dengan tujuan untuk mengoptimalkan potensi menuju perguruan tinggi terbaik dunia.
 
Penyelenggaraan SMA Unggul Garuda Transformasi mencakup SMA/MA yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau badan penyelenggara. Penyelenggaraan program ini dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui pembinaan yang fokus pada peningkatan, antara lain: Kompetensi peserta didik, Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, Kapasitas manajemen sekolah. (https://garudatransformasi.kemdiktisaintek.go.id).

Salah satu sekolah yang masuk daftar SUG adalah MAN Insan Cendekia OKI Sumatera Selatan. Kepala Sekolahnya, Komariah Hawa, menyampaikan keikutsertaan madrasahnya dalam program SUG karena penyelenggaran SMA Unggul Garuda sejalan dengan visi dan misi dan target madrasah.
 
“Alhamdulillah, MAN IC OKI berhasil jadi 1 dari 12 Sekolah/Madrasah Unggul Garuda Tranformasi. Kita punya target tinggi, maka menjadi bagian dari SMA Unggul Garuda jadi salah satu prestasi untuk mencapai target-target madrasah,” ungkap Komariah.

Sebelumnya, MAN IC OKI mengikuti seleksi SMA Unggul Garuda Transformasi dengan mendaftarkan prestasi lembaga, prestasi nasional dan internasional peserta didiknya, sebaran alumni di Universitas Top 100 Dunia, dan Capaian Kompetensi Literasi Peserta Didiknya. Dari seleksi tersebut, Kemendiktisaintek merilis 12 SMA/MA terpilih.
Penyelenggaraan program SMA Unggul Garuda bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik yang berdaya saing global. Kurikulum yang akan diterapkan adalah IB (International Baccalaureate). 
 
Program unggulan MAN IC OKI seperti sukses Masuk PTN, Study Abroad Program, Peningkatan kompetensi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan, dan Transformasi manajemen madrasah pun akan ditingkatkan melalui program SMA Unggul Garuda ini.  (Lihat: 
https://manicoki.sch.id/pemerintah-rilis-sma-unggul-garuda-transformasi-man-ic-oki-jadi-salah-satunya/).

Saya pernah merasakan duduk di SMA yang dianggap terbaik di Kabupaten Bojonegoro. Anak-anak yang dianggap pinter dikumpulkan dalam kelas khusus. Setelah itu, saya masuk IPB. Disitu saya berkumpul dengan banyak anak-anak pinter dari seluruh Indonesia. Sekarang, beberapa mahasiswa saya juga guru-guru di sejumlah sekolah unggulan. 
SUG intinya adalah sekolah yang dikhususkan untuk anak-anak pinter. Ada tambahan program.  Mereka akan difokuskan  untuk bisa kuliah di kampus-kampus top dunia. Yang sudah disebut-sebut adalah Harvard University, dan beberapa lainnya. 

Sebenarnya, kita pun sudah memiliki banyak ilmuwan kelas dunia, lulusan kampus-kampus yang disebut sebut sebagai kampus top dunia. Di berbagai Kementerian dan Universitas kita, ribuan ilmuwan dan orang-orang pinter bekerja di sana. 

Nah, ini PR bagi pemerintah. Jangan sampai para ilmuwan kelas dunia itu akhirnya enggan pulang, karena merasa tidak mendapatkan tempat kerja yang layak. Bahkan, kita punya pengalaman pahit dengan para insinyur kita di industri pesawat terbang. Ribuan diantara mereka sekarang terpaksa bekerja di berbagai negara, meninggalkan perusahaan penerbangan nasional kita sendiri.
Patut dipikirkan, bahwa sebaiknya tidak semua anak-anak pintar dikirim kuliah keluar negeri. Harusnya, mereka juga diutamakan untuk bisa kuliah di dalam negeri, dengan standar kampus top dunia, plus pembentukan kepribadian unggul – berupa penanaman keimanan, taqwa, dan akhlak mulia. Ini akan sangat menguntungkan perkembangan kampus kita kedepan.


Definisi sekolah unggul yang masih menempatkan indikator utama pada aspek kepintaran, juga bisa berdampak negatif terhadap konsep pendidikan nasional secara keseluruhan. Sebaiknya, indikator utama keberhasilan pendidikan para siswa SUG itu harus tetap pada aspek iman, taqwa, akhlak mulia. Makin pinter siswa, tetapi akhlaknya buruk, justru semakin membahayakan keluarga dan masyarakatnya.
Ringkasnya, kita berharap, gagasan besar dan mulia, seperti pendirian SUG ini benar-benar dikonsep secara matang, sesuai dengan konstitusi kita. Semoga SUG bisa menjadi solusi bagi masalah pendidikan kita, dengan tidak menimbulkan masalah yang lebih besar lagi. Amin. (Depok, 5 Mei 2025).

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *