Resensi Buku: Kata Gen Z tentang Natsir

Judul buku: Kata Gen Z tentang Natsir
Penulis: Nisa Aulia Syefi Nurjanah, dkk
Tebal buku: 150 hal
Tahun terbit: April 2025
Penerbit: eLKISI, Mojokerto

Ketika Indonesia Kembali ke NKRI

Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Bentuk negara berdaulat Indonesia telah menjadi negara federal dalam kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS). Ini merupakan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) maka Indonesia menjadi negara federal dan tercerai berai. Suatu kemunduran dalam tata kelola Negera dan pemerintahan yang semula menjadi negara merdeka yang berdaulat sejak proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

RIS telah memecah belah persatuan bangsa Indonesia yang telah merdeka. Maka sejak itulah Moh. Natsir sebagai Menteri Penerangan sekaligus ketua Masyumi saat itu melakukan lobi-lobi ke sejumlah kepala negara federal. Lobi juga dilakukan ke sejumlah tokoh penting Indonesia saat itu dengan memberikan gambaran agar Indonesia harus bersatu dalam negara kesatuan republik Indonesia.

Ide dan lobi kembali ke negara kesatuan Republik Indonesia dalam suatu musyawarah, Natsir mengajukan Mosi Integral. Dan usulan itu kemudian diterima oleh sejumlah pimpinan negara bagian dan tokoh penting Indonesia yaitu Soekarno dan Hatta. Maka jadilah Mosi Integral yang dicetuskan Moh. Natsir pada 3 April 1950 ini sebagai momentum Indonesia kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Setelah Mosi Integral Natsir diterima dan didukung oleh semua pihak, pemerintah RIS dan pemerintah RI melakukan perundingan yang menghasilkan piagam persetujuan RIS-RI. Pada 17 Agustus 1950, Presiden Soekarno mengumumkan lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan oleh Moh. Hatta disebut sebagai ‘Proklamasi Kedua’ sesudahnya Proklamasi 17 Agustus 1945.

Keberhasilan Mohammad Natsir dalam menggolkan Mosi Integral itu menunjukkan kepiawaiannya dalam berpolitik. Ia memiliki integritas, ilmu, kemampuan komunikasi dan juga lobi. Tentu saja, ia telah diberikan hikmah oleh Allah, sehingga bisa mengambil langkah yang tepat untuk menyelamatkan NKRI.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani, menyatakan dukungan penuh terhadap usulan penetapan tanggal 3 April sebagai hari nasional, Hari Indonesia kembali ke NKRI. Atau disebut sebagai Hari NKRI. pernyataan ini disampaikan setelah Ketua MPR RI menerima dokumen resolusi dari Dr. Adian Husaini selaku Ketua umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat saat Haflah Idul Fitri 1446-2025 di kompleks masjid Al Furqon, kantor pusat DDII Jl. Kramat Raya 45 Jakarta Pusat 20 Syawal 1446/19 April 2025.

Buku dihadapan pembaca saat ini adalah kumpulan tulisan pemenang lomba menulis yang bertemakan M. Natsir tentang Mosi Integral dan NKRI yang diikuti oleh para pelajar dan mahasiswa.

Ternyata kepedulian pelajar dan mahasiswa dari generasi Gen Z mengulik sejarah M. Natsir dan Mosi Integral berbuah literasi sejarah Indonesia. Ini bisa dibaca dari hasil karya penulisan yang dibukukan oleh panitia dan Dewan Da’wah Jawa Timur.

Bahkan tulisan saudari Nisa Aulia Syefi Nurjanah, pelajar SMK PSM, Warujayeng, Kan. Nganjuk dalam epilog buku menggugah pikiran dan emosi pembaca dengan ulasan dan ungkapan disampaikan kepada Buya Natsir (jika masih hidup saat ini) secara ilustratif apakah Indonesia dengan segala problem rumit Negara, pemerintah dan rakyat Indonesia saat ini masih perlukah Mosi Integral agar bangsa dan negara ini bersatu dalam membangun negara yang kuat.

Alhasil buku ini sangat sarat dengan sejarah serta ajakan kepada bangsa dan negara ini untuk merenungkan kembali makna NKRI. (Kominfo)

Admin: Komimfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *