MUHASABAH DIRI

Oleh: Sigit Gaurisangkar, KBPII Yogyakarta

Dewandakwahjatim.com, Yogyakarta – Setelah kita menjalani puasa Ramadhan saatnya mulai melakukan Muhasabah Diri untuk mengevaluasi hasil ritual ibadah di bulan Ramadhan yang kita aktualisasikan pada kehidupan sehari hari.

Menurut saya, acuan untuk meningkatkan kualitas diri secara mental, iman dan kekuatan batin adalah puasa Ramadhan, artinya marilah kita mengukur kematangan jiwa diawali dari ritual ibadah dibulan Ramadhan bukan dari ulang tahun ataupun Tahun Baru.

Mengapa demikian? Karena secara umum sebagai Umat Islam yg menjalankan perintah TuhanNya dapat dipastikan akan tambah meningkat ritual peribadatannya begitu masuk di bulan Ramadhan. Oleh karenanya marilah kita pastikan bahwa bulan Ramadhan sebagai penambah catu daya peningkatan kualitas hidup dengan

memperbaiki dan menambah variatif dalam beribadah sesuai dengan ajaran yang benar, selanjutnya hasil “kawah condrodimuko” bulan Ramadhan kita aplikasikan dalam mengarungi 11 bulan kedepan (sampai ketemu bulan Ramadhan tahun berikutnya) supaya tetap lengkap, tartil, baik dan konsisten.

Adapun dasar peningkatan kualitas hidup dengan dasar ritual ibadah di bulan Ramadhan antara lain:

  1. Sholat
  2. Puasa
  3. Bacaan Qur’an
  4. Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS)
  5. Hubungan dengan sesama

Sekarang mari kita bikin penilaian diri sendiri (muhasabah diri) dengan memberikan nilai dari rincian ibadah diatas dengan rentang nilai mulai 1 s/d 5.

Dengan kriteria nilai 5 maka semua ibadah pada salah satu ritual diatas lengkap dan sempurna.

Mari kita coba diawali dengan

  1. Sholat

Sholat kita beri nilai 5 jika sholat wajib kita tepat waktu, ditambah sholat rowatib (12 rakaat) mulai dari qobliyah subuh (2), qobliyah luhur (4), ba’diyah luhur (2), ba’diyah maghrib (2) ba’diyah isya (2), ditambah sholat tahajud, dhuha dan attakhiyatul masjid (jika sholat di masjid)

Jika bisa lengkap maka kita nilai 5, dan tidak menutup kemungkinan bisa nambah sholat sunah lainnya yg ada dalam ajaran yang benar. Selanjutnya nilai berkurang sesuai dengan kesepakatan yang kita atur sendiri. Sehingga sholat kita nilai sendiri bisa 5,4,3,2,1

  1. Puasa

Dalam bulan Ramadhan kita diwajibkan untuk menjalaninya, selain bulan Ramadhan bebas melakukan puasa, namun dalam rangka peningkatan kualitas diri silahkan bisa dipilih puasa2 sunah yg diajarkan antara lain : puasa syawal (6 hr) puasa daud (sehari puasa sehari tidak), puasa senin/kamis, puasa ayyamul bith (3 hari di pertengahan bulan Qomariyah) dan puasa lainnya yg dibolehkan dan ada tuntunannya.
Cara menilainya tinggal dipilih mau menjalankan yang mana, misal puasa syawal dan daud nilainya 5, yang lainnya dibawahnya. Jika sudah ketemu formulanya tinggal mau dinilai berapa sesuaikan dengan kemantapan diri sendiri.

  1. Bacaan Qur’an

Sebagai kitab suci umat Islam yang kita yakini merupakan wahyu Tuhan yang

diturunkan melalui Nabiulloh Muhammad SAW, maka sebagai umatnya sudah menjadi kewajiban untuk bisa membaca lebih baik lagi faham artinya dan bisa mengaplikasikan dalam kehidupan.
Kita batasi sekarang cukup bacaan, misal selama bulan Ramadhan kita bisa khatam 2 kali, mampukah diluar bulan Ramadhan dalam sebulan khatam 2 kali? Jika mampu mari kita nilai 5, begitu seterusnya kita menilai diri sendiri dengan angka 5,4,3,2,1.

  1. Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS)

Sebagai kesempurnaan dalam beribadah dibulan Ramadhan kita diwajibkan untuk membayar Zakat dan Fitrah. Setelah selesai bulan Ramadhan sudahkan kita membayar zakat (misal beli rumah, tanah, motor/mobil maka wajib mengeluarkan zakat) sudahkan kita lalukan? Selain zakat sudahkah kita mengeluarkan Infaq dan Sedekah.

Mari nilai sendiri apakah kita lengkap mengeluarkan ZIS, jika sdh lengkap kita nilai 5, jika mau diimbangi dengan besaran nilai rupiahnya lebih baik, namun yg penting niatan kita dalam membayar ZIS tsb. Selain dibulan Ramadhan tetap bisa melakukan ZIS, contoh sedekah yg kita masukan setiap pagi hari sebelum ikut jama’ah sholat subuh di masjid, bisa kita nilai dengan angka. Jumlahnya silahkan ditentukan sendiri asal ada dalam rentang 1 s/d 5.

  1. Hubungan dengan Sesama

Tanpa kita sadari kadang kita sering menempatkan diri yang kurang pas, misal merasa lebih (pendidikan, harta/benda) minta dihormati dari orang lain.
Oleh karenanya hubungan sesama ini sangat penting untuk mengukur kualitas diri, sebab jika masih dilingkupi penyakit hati antara lain : ujub (merasa paling sholeh), takabur (sombong), hasad (iri hati), riya’ (pamer), ghadab (marah) maka akan mempengaruhi kualitas hidup kita. Jadi nilailah diri sendiri dengan minta pendapat orang lain dulu untuk lebih mendekati nilai diri kita yg layak berapa. Selama kita bisa terhindar dari penyakit hati Insya Alloh kualitas hidup kita semakin baik.

Dari seluruh rangkaian penilaian diri (muhasabah diri) diatas, silahkan tiap bulan kita jumlah dibagi jumlah hari selama sebulan, selanjutnya hasil akhir kita rinci sbb :

  1. Nilai 25 : sempurna
  2. Nilai 20 : sangat baik
  3. Nilai 15 : baik
  4. Nilai 10 : cukup
  5. Nilai 5 : memprihatinkan.

Kumpulan perbulan kita jumlah selama 11 bulan (ketemu Ramadhan tahun berikutnya) dan kita bagi jumlah bulan selama setahun maka itulah nilai diri kita, sehingga saat memasuki bulan Ramadhan tahun yad kita perbaiki lagi sekalian charge untuk bekal 11 bulan kemudian.

Akankah kita menilai diri sendiri dengan nilai 5? Silahkan direnungkan.

Tenggo, 16 Syawal 1446 H/15 April 2025.
SG

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *