Maraknya Pendusta Menjelang Kiamat

Oleh: Muhammad Hidayatullah, Wakil Ketua Bidang Pengembangan Studi al-Qur’an (PSQ) Dewan Dakwah Jatim

Dewandakwahjatim.com, Surabaya –
عَنْ جَابِرَ بْنَ سَمُرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ كَذَّابُونَ. رواه مسلم، رقم ٢٩٣٣

Dari Jabir bin Samurah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda: “Para pendusta akan bermunculan menjelang hari Kiamat.” (HR. Muslim No. 2933)

Makna Kadzdzaabuun

Kata kadzdzaabuun berasal dari akar kata kadzdzaba (كذب) yang berarti mendustakan. Bentuk kata kadzdzaabuun adalah bentuk jamak dari kadzdzaab (pendusta), yang menunjukkan jumlah yang banyak. Dengan demikian, makna yang tepat adalah para pendusta, yaitu orang-orang yang menjadikan kebohongan sebagai bagian dari kehidupan mereka, terutama di akhir zaman.

Hadis ini memberikan gambaran bahwa menjelang hari Kiamat, banyak orang yang tidak lagi menjunjung tinggi kejujuran. Kedustaan bukan hanya menjadi kebiasaan, tetapi juga dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan bahkan diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu. Fenomena ini bisa kita saksikan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam politik, bisnis, sosial, hingga agama.

Bahaya Kebohongan dalam Kehidupan

Kebohongan adalah salah satu sifat tercela yang dapat merusak hubungan sosial dan kepercayaan di masyarakat. Rasulullah ﷺ bersabda:

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا. رواه البخاري رقم ٦٠٩٤، ومسلم رقم ٢٦٠٧

“Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa kepada surga. Dan seseorang yang senantiasa berkata jujur akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Sebaliknya, kedustaan membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa kepada neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta akan dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” (HR. Bukhari No. 6094, Muslim No. 2607)

Allah ﷻ juga memperingatkan dalam firman-Nya:

يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ. سورة البقرة: ٩

“Mereka ingin menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri tanpa mereka sadari.” (QS. Al-Baqarah: 9)

Kedustaan dalam Kehidupan Sosial dan Agama

Sayangnya, kebohongan tidak hanya terjadi dalam dunia politik atau bisnis, tetapi juga dalam kehidupan beragama. Dalam ceramah agama, misalnya, ada sebagian orang yang menambahkan bumbu kedustaan demi menarik perhatian jamaah. Mereka menyampaikan kisah-kisah yang belum tentu kebenarannya hanya untuk mendapatkan respons emosional dari pendengar.

Allah ﷻ memperingatkan:

الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَهْوًا وَلَعِبًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ فَالْيَوْمَ نَنسَاهُمْ كَمَا نَسُوا لِقَاءَ يَوْمِهِمْ هَذَا وَمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ. سورة الأعراف: ٥١

“(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.” (QS. Al-A’raf: 51)

Hadis ini mengingatkan kita bahwa di akhir zaman, kebohongan akan semakin merajalela. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berhati-hati agar tidak menjadi bagian dari para pendusta dan tidak mudah tertipu oleh kebohongan orang lain.

Islam menekankan pentingnya kejujuran dalam segala aspek kehidupan, baik dalam hubungan sosial, bisnis, maupun politik. Kejujuran adalah kunci untuk menjaga kepercayaan dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Sebagai umat Islam, kita harus lebih cerdas dalam menyikapi informasi yang kita terima. Jangan mudah tergoda oleh kata-kata manis yang belum terbukti kebenarannya, dan selalu jadikan kejujuran sebagai prinsip utama dalam kehidupan. Wallahu a’lam bish-shawab.

Admin; Komimfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *