Oleh: Ust. Sugiatno
Ketua DDII, Morowali Utara
Dewandakwahjatim.com, Morowali Utara – Ketika kita menunaikan berbagai peran yang diwajibkan dalam mengemban risalah dakwah! Allah akan memberikan kemuliaan dari segala sisi-Nya.
Allah akan menepati segala janji-Nya pada hamba-hamba-Nya yang telah menunaikan berbagai kewajiban.
Allah mencintai manusia yang memberikan manfaat bagi manusia lainnya. Dan memberikan manfaat serta faidah bagi orang lain termasuk amalan yang besar.
Iman merupakan ajaran yang menjadikan pemeluknya untuk memberikan manfaat kepada orang lain.
Ketika kita menelisik setiap syariat yang ada pada Islam pasti memiliki benang merah yang saling terkait satu sama lainnya yaitu segala sesuatu yang mengandung kemaslahatan.
Setiap amal manusia yang mampu mengalahkan ego pada dirinya hingga ia bisa memberikan manfaat pada orang lain, hal ini sangat utama di hadapan Allah Taala.
Menunaikan amanah dalam dakwah merupakan bagian memberi manfaat kepada orang lain, juga agama-Nya.
Karena ia menunaikan hak-hak Allah Taala, Rasul-Nya, dan memenuhi hak pada sesama manusia.
Rasulullah saw bersabda:
Tidaklah sempurna iman seseorang yang tidak menjaga amanah.
(HR Ahmad dan Ibnu Hibban).
Sesungguhnya iman, jika ia telah tinggal di dalam lubuk hati dan memenuhinya,
ia akan mendorong pemiliknya untuk melaksanakan hak-hak imaniyah.
Salah satu hak-hak iman yang paling penting adalah menjaga amanah. Rasulullah SAW menjelaskan atas hakikat orang yang berjihad yaitu orang yang berjuang melawan dirinya untuk melakukan ketaatan kepada Allah.
Seringkali jiwa manusia malas untuk melakukan ketaatan, memerintahkan/menjerumuskan diri kepada perbuatan buruk, cepat berkeluh-kesah, dan tidak menunaikan amanah yang ada padanya.
Oleh karena itu, seseorang membutuhkan kesungguhan untuk melawan nafsunya agar ia kukuh di atas ketaatan kepada Allah Taala dan bersabar dalam menunaikan setiap amanah.
Firman Allah Taala:
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul. Dan janganlah kalian mengkhianati amanah kalian sedang kalian mengetahui.
(QS Al-Anfal: 27).
Keutamaan orang yang amanah dalam Islam yaitu:
PERTAMA; termasuk bagian orang-orang yang beriman. Sebagaimana Firman-Nya, “Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janjinya.”
(TQS Al-Mukminun: 8).
KEDUA; termasuk bagian orang-orang yang bersedekah. Sebagaimana Rasul saw. bersabda,
Bendahara muslim yang diberi amanah ketika memberi sesuai yang diperintahkan untuknya secara sempurna dan berniat baik, lalu ia menyerahkan harta tersebut pada orang yang ia ditunjuk menyerahkannya, keduanya (pemilik harta dan bendahara yang amanah tadi) termasuk dalam orang yang bersedekah.
(HR Bukhari dan Muslim).
Jika seorang muslim menjadi fasilitator agar orang lain mendapatkan manfaat, Allah senantiasa akan menitipkan kebaikan pada dirinya. Hal ini juga merupakan keutamaan dari orang yang amanah dalam dakwah. Ia akan dititipkan banyak kebaikan karena setiap kali ia menunaikan amanah dakwah, ia sedang memenuhi hak-hak Allah, Rasul-Nya, dan hak pada sesama manusia.
Bukan hanya manusia yang mempercayai dirinya, Allah Taala pun memercayainya karena ia senantiasa menunaikan amanah dakwah yang manfaatnya untuk kebaikan agama dan umat Islam.
Pertanyaan sederhana hari ini!
Sudahkah kita menjaga nilai-nilai amanah dakwah?
Menunaikannya dengan rasa ringan bukan dengan berat hati melainkan karena Allah?
Menyampaikan pesan dalam wujud tingkahlaku, mengganjarkannya secara ihklas tentunya disana ada ganjaran yang besar dan kemuliaan di sisi-Ny yang selalu menanti
Admin: Kominfo DDII Jatim
Sumber: Jurnal Da’wah
