Dewandakwahjatim.com, Ponorogo – Bertempat di masjid Muhajirin Dusun Tugu Nongko, Desa Tugurejo, Kec. Slahung Kab. Ponorogo mengadakan bakti sosial (Baksos) warga kampung mualaf dengan Muslimat Dewan Da’wah, RS Yasfin dan PC Muhammadiyah Slahung.
Menurut ust. Syamsuddin selaku ketua PC Muhammadiyah Slahung yang ikut menyertai dan memberikan sambutan dalam silaturahmi dan baksos.
Baginya, kegiatan kolaborasi baksos ini sangat baik dan menguatkan warga muslim di dusun Tugu Nongko. “Tentu silaturahmi ini harus terus digalang tidak hanya di desa ini. Kolaborasi silaturahmi dan baksos terus dijalin dengan lembaga dakwah lannya,” tegasnya.
Menurut ust. Khoiruddin, Ketua DDII Kab. Ponorogo menyambut kebaikan program kolaborasi dakwah. Semoga perjalanan dakwah di kampung mualaf terus berjalan dengan agenda dakwah lainnya, tambahnya.
Lebih dari 100 warga yang kebanyakan mualaf di Dusun Tugu Nongko ini berkumpul untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari tim dokter Yasfin. Pemeriksaan kesehatan lengkap ini sangat membantu pelayanan kesehatan warga. Kemudian baksos dilanjutkan dengan kajian yang disampaikan ustadzah Rohmatin selaku ketua Muslimat Dewan Da’wah Jawa Timur. Bagi Rohmatin kehadirannya di dusun Tugu Nongko, Desa Tugurejo menjadi bagian penting silaturahmi sesama muslim. “Ikatan silaturahmi menjadi persaudaraan sesama muslim baik yang di kota maupun di desa. Dan kita ditemukan dengan iman dan saudara sesama muslim, tambahnya.
Saya melihat, warga sini sumringah dengan kehadiran sesama muslim. Dan semangat ber-Islam harus tetap dijaga, tegasnya.
Kehadiran kami hanya sebatas dan terbatas ditambah dengan tim kesehatan. Tapi yang sangat penting adalah terjaganya iman dan kuatnya silaturahmi, ungkap ketua Muslimat.
Nah, sekarang kegiatan utamanya adalah menjaga keutuhan iman dan berdakwah untuk saling mengingatkan keislaman kita, jelas Rohmatin.
“Ingat, Allah telah menyatakan dan kita harus yakin bahwa Islam adalah agama yang benar, ” tegas Rohmatin. Dan janganlah kita meniru Fir’aun ketika sudah berhadapan dengan maut di depan laut, kembali ke darat sudah tak memungkinkan. Lanjut kemudian mau yakin kepada Allah, hal tak mungkin. Demikian penjelasan Rohmatin, ini perlu disampaikan agar kita terus menguatkan diri keimanan dan keislaman.
Mengakhiri pertemuan silaturahmi, warga saling bertanya tentang keislaman mendapatkan doorprice.
Salah satu pertanyaan yang menarik disampaikan warga, apakah kalau sholat kemudian dilewati kucing, sholatnya batal. Langsung dijawab oleh ustadzah Rohmatin dengan tangkas sholat tidak batal. Kucing lewat di depan orang sholat tidak menyebabkan batalnya sholat.
Bagaimana dengan tidak sholat tapi puasa? Sholat dan puasa itu kewajiban bagi umat Islam, tegas Rohmatin.
Alhamdulillah semangat berislam dan terus menjalankan kewajiban dan sunnah dalam ibadah akan memperkuat keislaman dan ketaqwaan, tegas ustadzah Rohmatin Ketua Muslimat Dewan Da’wah Jatim. (Kominfo)
Admin: Kominfo DDII Jatim
