Belajar Membaca Arab Gundul Praktis

Penulis: Bagus Masyroni, Bidang Studi dan Pengembangan Al Qur’an, DDII Jawa Timur

Dewabdakwahjatim.com, Surabaya – Di tengah eskalasi hiruk-pikuk masyarakat indonesia yang makin hangat, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Jawa Timur tetap konsisten menebar kebaikan untuk sesama, yaitu berbagi ilmu agama kepada masyarakat, khususnya umat Islam.

Bertepatan dengan hari Sabtu, tanggal 26 Oktober 2024, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Jawa Timur Bidang Studi & Pengembangan Al Qur’an menyelenggarakan kegiatan “Belajar Membaca Arab Gundul Praktis” untuk masyarakat umum.

Bertempat di Sekretariat Laznas Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Puri Surya Jaya, Desa Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, kegiatan berbagi ilmu yang dipelopori dan dibimbing oleh Ustadz Muhammad Hidayatulloh ini dimulai pukul 08.30 tepat hingga pukul 14.00. Kegiatan muammalah ini berlangsung sukses dengan diikuti oleh 30 peserta.

Melaui metode Al Kayyis yang bersandar pada “Kitab Matan Al Ajrumiyah” karya Syech Muhammad bin Muhammad as Shanhaji al Ajrumiy, peserta diperkenalkan dengan berbagai metode praktis kiat-kiat membaca tulisan arab gundul (tulisan arab tanpa harakat). Harapan dari kegiatan ini adalah bagaimana peserta mampu membaca Al Qur’an secara lancar, tepat dan benar, baik itu membaca mushaf yang berharakat, maupun mushaf yang gundul (tanpa harakat).

Dalam pembelajaran ini peserta diperkenalkan dengan Formasi angka hafalan 3233, 88²,4²4¹, 886² yang diartikulasikan dengan lagu-lagu tertentu untuk memudahkan hafalan. Selain itu peserta diperkenalkan dengan jenis kata dalam bahasa arab yang meliputi Isim, Fi’il, Huruf, I’rab, dsb.

Apa yang ‘dishare’ kepada peserta ini bukan ilmu kaleng-kaleng, ini adalah ilmu yang oleh Ustadz Muhammad Hidayatulloh disebut sebagai “Ilmu Laduni” alias “Ilate Kudu Muni”.

Harapan terbesar dari kegiatan ini adalah peserta pelatihan akan makin cinta membaca Al Qur’an karena telah dimudahkan oleh metode membaca tulisan arab gundul secara praktis sekaligus ‘fun’ (menyenangkan).

Para peserta pembelajaran arab gundul yang berangkat dari latar belakang pendidikan beragam, tentu memiliki kecepatan pemahaman yang berbeda-beda : ada yang mudah menangkap materi dan ada yang lamban dan tak sedikit yang agak keteteran. Tapi itu semua tidak menyurutkan antusiasme peserta yang memang cinta Al Qur’an dan haus ilmu pengetahuan. Bahkan banyak peserta yang meminta untuk diadakan pelatihan ulang, dan beberapa peserta bahkan meminta diadakan pelatihan lanjutan (advanced).

Antusiasme ini tentu sangat menggembirakan , karena di tengah situasi hiruk-pikuk masyarakat Indonesia yang kian riuh dan kisruh ini, masih ada masyarakat yang haus ilmu dan memiliki kepedulian besar untuk mengajarkan ilmu.

Dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Jawa Tumur ternyata punya kepedulian sangat besar untuk mengamalkan semua potensi kebaikan yang dimiliki oleh Sumber Daya Manusianya yang sangat kompeten di bidangnya masing-masing, di antaranya ialah SDM yang kompeten dalam bidang arab gundul yang merupakan bagian tak terpisahkan dari llmu Al Qur’an.

Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Jawa Timur bidang Studi dan Pengembangan Al Qur’an memiliki hasrat yang sangat besar agar potensi dan kompetensi kebaikan ini tak hanya dimiliki oleh segelintir orang saja, tetapi dapat ditularkan kepada SDM-SDM lain agar memiliki potensi dan kompetensi yang sama.

Admin: Kominfo DDII Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *