Dewandakwahjatim.com, Mojokerto – Gerakan dakwah Dewan Da’wah saat ini harus kritis dan solutif terhadap problem solving umat dan bangsa. Dewan Da’wah tak hanya berkeluh kesah tapi harus mampu menggerakkan kemajuan masa depan umat dan bangsa. Demikian tausyiah Majelis Syuro Dewan Da’wah Jawa Timur yang disampaikan Ismail Nachu dalam rangka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakor) II Dewan Da’wah Jawa Timur.
Hadir dalam Rakor saat ini diikuti oleh 26 daerah dari 29 daerah yang telah tersebar di Jawa Timur. Rakorwil yang digelar selama dua hari (19-20 Maret 2022) di kawasan Trawas, Kab. Mojokerto dengan mengambil tema Peneguhan Khittah Dewan Da’wah dan Penguatan Sumber Daya Organisasi untuk Kemandirian.
Mari kita sadarkan, bahwa gerakan da’wah yang dijalankan saat ini harus bisa menggerakkan ekonomi umat. Karena kita sebenarnya telah diteladankan oleh para nabi sebagai saudagar, jelasnya.
Dan sebagai kritik, mengapa pola pendidikan di Indonesia ini hanya bisa melahirkan karyawan. Dan saatnya pula kata Ismail agar terus mendorong pola pendidikan di pondok pesantren sebagai pola pendidikan gerakan dakwah dan ekonomi.
Lebih lanjut Fathur Rohman Ketua Dewan Da’wah Jatim menandaskan bahwa aktifitas Dewan Da’wah Jawa Timur terus gerak dan bergerak dengan konsolidasi total. Karena di tahun 2022, konsolidasi ke daerah dan membangkitkan daerah-daerah yang belum ada. “Alhamdulillah dalam setahun ini, setahap demi setahap beberapa daerah bangkit,” jelasnya.
Nah, sekarang. Dewan Da’wah Jawa Timur mulai menetapkan gerakan lembaga ini dengan program yang jelas. Dan pengurus yang melempem harus segera dibenahi dengan reshuffle atau penyegaran pengurus.
Masih menurut Fathurrahman, marilah fokus dalam dakwah dengan pelibatan bersama umat dan masyarakat sekitar. Hal ini bisa dibuktikan dengan hadirnya Bupati Sambas, adalah contoh dan bukti bahwa dai Dewan Da’wah bisa jadi pimpinan daerah yang didukung penuh dari umat.
Dan ingat kata Ketua Dewan Da’wah Jatim, jadikan Dewan Da’wah sebagai perekat semua potensi dakwah maupun potensi politik umat. Dan saatnya konsolidasi organisasi dan konsolidasi bersama umat harus tetap kuatkan. (Humas)
