Oleh: Ust. dr. Anwar Luthfi
(Anggota Majlis Syura DDII Jatim)
dewandakwahjatim.com – Naviri 26 Ramadhan
باسم الله الرحمن الرحيم
Salah satu penyakit umat yang diadukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi Wasallam kepada Allah adalah MAHJURA.
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآَنَ مَهْجُورًا
Berkatalah Rasul, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran ini Mahjura”
(QS. Al Furqan: 30)
Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya bahwa Mahjura berarti tidak mau mendengar dan mentaati.
Sedangkan Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zhilalil Quran menjelaskan bahwa Mahjura berarti tidak mendengarkan dan tidak mentadabburi Al Quran.
Walaupun itu disampaikan dan terjadinya kepada orang-orang kafir Quraisy, penyakit menjadikan Al Quran ini sebagai Mahjura bisa saja menimpa umat saat ini.
Dan ini bisa kita buktikan melalui beberapa pertanyaan :
- Sudahkan kita suka membaca dan mendengarkan Al Quran ?
- Sudahkah kita selalu berusaha mentadabburi Al Quran ?
- Sudahkah kita mengikuti petunjuk Allah SWT yang telah disampaikan di dalam Al Quran ?
Tidak perlu dijawab langsung, cukup kita mengetahui sendiri, sejauh mana kecintaan dan kedekatan diri kita sebenarnya dengan Al Quran !
Semoga kita senantiasa didekatkan dengan Al Quran hingga istiqomah membaca, mentadabburi, mengamalkan dan menyampaikannya.
Allahumma Aamiin
Editor: Sudono Syueb
