Oleh: Dr.KH. Fathur Rohman, M.Pd.l., Ketua Dewan Dakwah Jawa Timur dan Direktur PPIC eLKISI, Mojokerto
Dewandakwahjatim.com, Mojokerto – Fenomena Muktamar NU ke-35 yang diwarnai isu suap atau politik uang tentu menjadi bahan renungan serius. Kita perlu berhati-hati: isu tetaplah isu sampai ada bukti dan proses klarifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Namun, jika benar terjadi, persoalannya jauh lebih besar daripada sekadar perebutan jabatan.
Sebab ketika uang mulai menjadi jalan untuk mendapatkan amanah, maka yang dipertaruhkan bukan hanya nama seseorang, tetapi marwah organisasi, kepercayaan umat, dan masa depan dakwah.
NU, Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad, dan berbagai ormas Islam lainnya bukan sekadar organisasi sosial. Di dalamnya terdapat sejarah perjuangan, pengabdian para ulama, pendidikan, dakwah, pelayanan umat, serta harapan jutaan masyarakat. Karena itu, kepemimpinan di dalamnya seharusnya lahir dari integritas, ilmu, keteladanan, kapasitas dan kepercayaan, bukan dari kekuatan finansial.
Fenomena politik uang dalam organisasi keagamaan juga patut menjadi alarm bagi semuanya. Jangan sampai penyakit yang awalnya dianggap kecil kemudian menjadi budaya: memilih karena pemberian, mendukung karena transaksi, dan mempertahankan kekuasaan karena kepentingan kelompok.
Allah mengingatkan:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا
“Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisa: 58)
Muktamar seharusnya menjadi ruang musyawarah dan pertanggungjawaban, bukan arena transaksi.
Maka isu yang muncul dalam satu ormas semestinya menjadi cermin bagi ormas lainnya. Jangan menunggu skandal terjadi baru melakukan pembenahan.
Kini saatnya seluruh ormas Islam melakukan introspeksi: apakah mekanisme pemilihan pemimpin sudah benar-benar menjaga amanah, transparansi dan independensi?
Karena ketika uang menjadi ukuran dalam memilih pemimpin, jangan heran jika setelah terpilih ia lebih sibuk mengembalikan modal daripada mengemban amanah.
Ormas Islam harus menjadi teladan dalam menjaga amanah, ORMAS ISLAM bukan ikutHARUS terjerat penyakit kekuasaan.
Wallahu a’lam.
Admin: Biro Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
