BEDAH BUKU: SIRAH NABAWIYAH ( SAHABAT ) ke 8.

Perkembangan Islam ke AFRIKA : LIBYA.

Oleh Adi Purnomo, Sekretaris DDII Kab. Banyuwangi

Artikel berikut akan terdiri dari delapan (8) bab ::

I. Pembukaan / Pengantar.

II. Islam masuk Libya.

III.Bagaimana Islam masuk Libya.

IV. Gerakan Tarekat Sanusiyah di Libya.

V. Tokoh-tokoh Utama Tarekat Sanusiyah di Libya.

VI. Muammar Khadafi / Muammar Gaddafi.

VII. Libya sekarang / saat ini.

VIII. Penutup

Bab. I.

I. Pembukaan / Pengantar.

Setelah ekspedisi dakwah Islam ke Mesir yang dipimpin oleh Panglima Pasukan muslim, Jendral Amr bin Ash atas perintah dari Khalifah Umar bin Khatab r.a. berhasil, ekspedisi berikutnya ialah melanjutkan dakwah Islam ke Libya.

Waktu itu Mesir dan Libya masih dalam kekuasaan Romawi Timur ( Bizantium ).

Islam masuk Mesir pada abad ke 7 M (sekitar 640-641 M).

Dua tahun setelah berhasil menaklukan kekuasaan Romawi ( Bizantium) di Mesir, tepatnya sekitar tahun 642-643, Amr bin Ash melanjutkan perjuangan dakwah Islam ke Libya.

Bab.II.

II. ISLAM masuk LIBYA .

Islam pertama kali masuk ke Libya pada abad ke-7 Masehi, tepatnya sekitar tahun 642–643 M.

Penyeberan ini dipimpin oleh Jenderal Muslim Amr bin Ash di bawah masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. 

Berikut adalah poin-poin utama mengenai sejarah masuknya Islam di Libya:

Awal Penaklukan (642–643 M):

Pasukan Muslim yang dipimpin oleh Amr bin Ash menaklukkan wilayah Cyrenaica (Barqa) dan kemudian Tripoli. Penaklukan ini membuka jalan bagi penyebaran Islam di wilayah Afrika Utara.

Proses Islamisasi:

Meskipun kota-kota utama mulai memeluk Islam pada abad ke-8, masyarakat luas di Libya benar-benar memeluk Islam secara menyeluruh setelah adanya migrasi besar-besaran suku-suku Arab Bedouin pada abad ke-11.

Dominasi Mazhab.

Maliki:

Sejak abad ke-8 dan ke-9, Mazhab Maliki menjadi pijakan utama praktik keagamaan dan hukum di Libya hingga saat ini.

Kondisi Saat Ini:

Islam adalah agama mayoritas yang dianut oleh sekitar 97% penduduk Libya, sebagian besar merupakan Muslim Sunni. 

Ingin tahu lebih dalam mengenai sejarah kota-kota penting Islam di Libya seperti Tripoli atau Ghadames?

BBC
Wikipedia

Islam masuk ke Libya sekitar tahun 642-643 Masehi (abad ke-7) pada masa Kekhalifahan Umar bin Khattab, yang dipimpin oleh Jenderal Amr bin Ash.

Ekspansi ini membawa ajaran Islam dari Mesir ke wilayah Afrika Utara, yang awalnya diterima di kawasan pesisir sebelum menyebar luas ke pedalaman dan mendominasi budaya lokal. 

Berikut poin penting sejarah masuknya Islam ke Libya:

Awal Penaklukan (642-643 M):

Amr bin Ash memimpin pasukan Muslim menaklukkan Barqa (Cyrenaica) dan mencapai Tripoli.

Penyebaran Berlanjut:

Proses Islamisasi berlanjut cepat, dan pada abad ke-8, kota-kota besar di Libya sudah menjadi pusat Islam.

Invasi Bedouin (Abad ke-11):

Masuknya suku-suku Bedouin dari Mesir dan Arab mempercepat konversi massal penduduk lokal (Berber) ke agama Islam.

Mazhab Maliki:

Ajaran Islam di Libya mengakar kuat dengan mazhab Maliki, yang disebarkan melalui ulama dari Madinah pada abad ke-8 dan ke-9.

Kondisi Saat Ini:

Saat ini, sekitar 96-97% penduduk Libya adalah Muslim, mayoritas beraliran Sunni. 

Islam di Libya juga memiliki tradisi Sufisme yang kuat, termasuk gerakan Sanusi yang muncul pada abad ke-19 sebagai kebangkitan keagamaan di wilayah gurun.

BBC
Wikipedia

Bab. III

III Bagaimana Islam masuk Libya.

Bagaimana Islam masuk Libya.

Islam masuk ke Libya pertama kali pada abad ke-7 Masehi, tepatnya sekitar tahun 642-643 M, melalui penaklukan militer oleh pasukan Muslim Arab.

Proses ini dipimpin oleh panglima Amr bin Ash pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab dari Kekhalifahan Rasyidin. 

Berikut adalah tahapan dan faktor penting masuknya Islam ke wilayah tersebut:

  1. Penaklukan Militer Awal (Abad ke-7).

Wilayah Cyrenaica (Barqa):

Setelah menaklukkan Mesir, pasukan Amr bin Ash bergerak ke barat dan berhasil mengambil alih wilayah Cyrenaica pada tahun 642 M.

Tripolitania:

Penaklukan berlanjut ke wilayah Tripolitania (sekarang sekitar Tripoli) pada tahun 643 M.

Fezzan:

Pasukan Muslim yang dipimpin oleh Uqbah bin Nafi juga merambah ke wilayah selatan hingga ke Fezzan untuk memperluas jangkauan dakwah dan kekuasaan. 

  1. Peran Jalur Perdagangan.

Selain melalui jalur militer, Islam menyebar luas melalui interaksi para pedagang Arab yang singgah di kota-kota pelabuhan dan titik-titik persinggahan di gurun Sahara.

Kota Zuwailah, misalnya, menjadi pintu masuk utama bagi ekspansi Islam ke arah Afrika Tengah. 

  1. Masuknya Mazhab Maliki.

Islam di Libya mulai mengakar kuat secara teologis melalui penyebaran Mazhab Maliki pada abad ke-8 dan ke-9 Masehi.

Mazhab ini dibawa oleh para ulama dari Madinah, salah satunya Ali bin Ziyad Al-Tarabusi, yang memperkenalkan kitab Al-Muwatta karya Imam Malik ke wilayah Afrika Utara (Maghrib).

Hingga kini, mayoritas penduduk Libya tetap menganut mazhab ini. 

  1. Islamisasi Penduduk Lokal (Suku Berber).

Sebelum kedatangan Islam, wilayah Libya dihuni oleh suku nomaden Berber dan sempat menjadi pusat awal Kekristenan di bawah kekuasaan Romawi.

Masuknya Islam membawa perubahan budaya yang signifikan, di mana penduduk asli secara bertahap memeluk Islam dan mengadopsi bahasa serta budaya Arab. 

  1. Pengaruh Kekaisaran Ottoman.

Pada abad ke-16, Libya menjadi bagian dari Kekaisaran Ottoman, yang menyatukan wilayah Tripolitania, Cyrenaica, dan Fezzan dalam satu entitas politik Islam yang lebih terorganisir. 

Apakah Anda ingin tahu lebih lanjut mengenai sejarah perlawanan pejuang Islam di Libya terhadap penjajahan Italia?

BBC
Instagram
.NU Online
Wikimedia

Islam masuk ke Libya pada abad ke-7 Masehi (sekitar tahun 642–643 M) melalui ekspansi militer Arab di bawah Kekhalifahan Rasyidin, yang dipimpin oleh Jenderal Amr bin Ash pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

Penaklukan ini menandai berakhirnya dominasi Kekaisaran Romawi Timur (Byzantium) dan penyebaran Islam secara cepat di wilayah Afrika Utara tersebut. 

Proses Masuk dan Penyebaran Islam di Libya:

Ekspansi Awal (Abad ke-7):

Pasukan Muslim menaklukkan Cyrenaica (Libya Timur) pada 642 M, kemudian berlanjut ke Tripolitania (Libya Barat), membawa ajaran Islam ke wilayah yang sebelumnya didominasi Kristen dan suku Berber.

Peranan Pedagang:

Selain penaklukan militer, Islam menyebar melalui jalur perdagangan, dengan pedagang Arab membawa ajaran Islam seiring dengan aktivitas ekonomi mereka.

Penyebaran Mazhab Maliki:

Islam di Libya sangat kuat dipengaruhi oleh Mazhab Maliki, yang masuk pada abad ke-8 dan ke-9 M melalui ulama dari Madinah, salah satunya Ali bin Ziyad Al-Tarabusi, yang membawa kitab Al-Muwatta karya Imam Malik.

Pengaruh Ottoman:

Pada abad ke-16, Libya menjadi bagian dari Kekaisaran Ottoman, yang memperkuat posisi Islam Sunni di wilayah tersebut. 

Saat ini, Islam adalah agama mayoritas di Libya, dengan sekitar 96,6% penduduknya menganut agama Islam, sebagian besar beraliran Sunni. 

Wikipedia
NU Online
YouTube
·Islamic Guidance

Bab. IV.

IV. Gerakan Sanusiyah di Libya.

Gerakan Sanusiyah adalah gerakan dakwah, tajdid (pembaruan), dan tarekat sufi yang memiliki peran sentral dalam sejarah kemerdekaan Libya.

Didirikan oleh Muhammad bin Ali as-Sanusi (dikenal sebagai Al-Sanusi al-Kabir) pada tahun 1837 di Makkah, gerakan ini kemudian berpusat di Cyrenaica, Libya timur. 

Berikut adalah poin-poin utama mengenai Gerakan Sanusiyah:

  1. Tujuan dan Karakteristik.

Pembaruan Islam:

Berupaya memurnikan ajaran Islam sesuai Al-Qur’an dan Sunnah, serta menolak fanatisme buta terhadap mazhab hukum tertentu.

Sufisme Praktis:

Berbeda dengan tarekat yang murni kontemplatif, Sanusiyah menekankan pada kerja keras, pendidikan, dan integrasi sosial melalui pembangunan zawiyat (pusat kegiatan agama dan sosial).

Persatuan Umat:

Fokus pada memperbaiki kelemahan spiritual dan politik kaum Muslimin saat itu. 

  1. Perlawanan terhadap Kolonialisme.

Melawan Italia:

Gerakan ini menjadi tulang punggung perlawanan rakyat Libya terhadap penjajahan Italia sejak 1911.

Tokoh Legendaris:

Umar al-Mukhtar (“Singa Padang Pasir”), seorang guru dari tarekat Sanusiyah, memimpin perang gerilya selama 20 tahun sebelum akhirnya dieksekusi oleh Italia. 

  1. Peran Politik dan Kemerdekaan.

Pembentukan Negara:

Perjuangan Sanusiyah berhasil mengantarkan Libya pada kemerdekaan setelah Perang Dunia II.

Monarki Sanusi:

Cucu sang pendiri, Idris as-Sanusi, diangkat menjadi raja pertama Libya (Raja Idris I) pada tahun 1951.

Berakhirnya Kekuasaan:

Pemerintahan monarki Sanusi digulingkan dalam revolusi militer tahun 1969 yang dipimpin oleh Muammar Gaddafi. 

Untuk informasi lebih mendalam, Anda dapat meninjau profil lengkap gerakan ini di Wikipedia atau artikel sejarah dari Pejalan Ruhani.

Apakah Anda tertarik untuk membahas lebih lanjut tentang strategi gerilya Umar al-Mukhtar atau struktur sosial zawiyat dalam gerakan ini?

International Work Group for Indigenous Affairs ( IWGIA ).

Bab. V

V. Tokoh-tokoh Utama Gerakan Sanusiyah.

Tokoh-tokoh utama dalam gerakan Sanusiyah di Libya meliputi para pemimpin (Imam) dinasti Sanusi serta pejuang lapangan yang melawan kolonialisme.

Gerakan ini didirikan oleh Muhammad bin Ali al-Sanusi pada abad ke-19 untuk menghidupkan kembali kemurnian Islam dan kemudian berkembang menjadi kekuatan politik serta militer yang signifikan di Afrika Utara. 

Berikut adalah tokoh-tokoh kunci dalam sejarah gerakan Sanusiyah:

Muhammad bin Ali al-Sanusi (1787–1859):

Dikenal sebagai “Al-Sanusi al-Kabir” (Sanusi Agung), ia adalah pendiri tarekat dan gerakan Sanusiyah. Berasal dari Aljazair, ia memusatkan dakwahnya di Libya dan membangun jaringan zawiyah (pusat pendidikan dan sosial) yang menjadi fondasi kekuatan gerakan ini.

Muhammad al-Mahdi as-Senussi (1859–1902):

Putra dari pendiri gerakan yang membawa Sanusiyah ke puncak kejayaan secara organisasi dan geografis. Di bawah kepemimpinannya, pusat gerakan dipindahkan ke wilayah pedalaman gurun (Kufra) untuk menjaga otonomi dari pengaruh luar.

Ahmed Sharif as-Senussi (1902–1916):

Ia memimpin gerakan selama masa-masa awal perlawanan bersenjata melawan invasi Italia pada tahun 1911. Ia dikenal karena perannya mengoordinasikan jihad melawan kekuatan kolonial sebelum akhirnya menyerahkan kepemimpinan kepada sepupunya.

Umar al-Mukhtar (1858–1931):

Tokoh militer paling legendaris yang dijuluki “Singa Padang Pasir”. Meskipun bukan imam tertinggi, ia adalah pimpinan militer di lapangan yang setia kepada tarekat Sanusiyah dan memimpin gerilya melawan Italia selama 20 tahun hingga ia ditangkap dan dieksekusi.

Idris dari Libya (Idris al-Mahdi as-Senussi) (1916–1969):

Pemimpin politik yang berhasil membawa Libya mencapai kemerdekaan pada tahun 1951 dan menjadi raja pertama sekaligus satu-satunya di Libya.

Ia mengintegrasikan struktur tarekat Sanusiyah ke dalam institusi negara modern sebelum akhirnya dikudeta oleh Muammar Gaddafi pada tahun 1969. 

Apakah Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang strategi gerilya Umar al-Mukhtar atau bagaimana sistem pendidikan zawiyah dijalankan oleh gerakan ini?

Penn Museum
National Army Museum

Bab. VI.

VI. Muammar Khadafi / Muammar Gaddafi.

Muammar Khadafi (juga dieja Muammar Gaddafi) adalah pemimpin revolusioner dan diktator Libya yang berkuasa selama 42 tahun, dari tahun 1969 hingga kematiannya pada 2011. 

Berikut adalah profil singkat mengenai sosoknya:

Kepemimpinan dan Ideologi .

Awal Kekuasaan:

Ia naik ke tampuk kekuasaan pada 1 September 1969 setelah memimpin kudeta tak berdarah untuk menggulingkan Raja Idris I saat sang raja sedang berada di luar negeri.

Sistem Jamahiriyah:

Khadafi menciptakan sistem pemerintahan unik yang disebut Jamahiriyah (negara milik rakyat) dan merangkum ideologi politik, ekonomi, serta sosialnya dalam sebuah buku yang dikenal sebagai Buku Hijau.

Pembangunan:

Di bawah pemerintahannya, Libya mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan dan pembangunan infrastruktur yang masif, termasuk negosiasi ulang kontrak minyak yang memberikan keuntungan lebih besar bagi negara. 

Kontroversi dan Konflik.

Sikap Anti-Barat:

Ia dikenal sebagai musuh bebuyutan negara-negara Barat (seperti AS, Inggris, dan Prancis) karena dukungannya terhadap berbagai gerakan revolusi di dunia dan tuduhan keterlibatan dalam aksi terorisme internasional.

Julukan:

Karena sikapnya yang agresif dan sulit ditebak di panggung internasional, ia sempat dijuluki sebagai “Mad Dog of the Middle East” oleh mantan Presiden AS Ronald Reagan. 

Akhir Hayat.

Khadafi tewas pada 20 Oktober 2011 di kota kelahirannya, Sirte, dalam rangkaian peristiwa Musim Semi Arab (Arab Spring) di Libya.

Setelah intervensi militer NATO yang mendukung kelompok pemberontak, Khadafi ditemukan bersembunyi di sebuah pipa drainase sebelum akhirnya ditangkap dan dibunuh oleh massa. 

Wikipedia
You Tube
.Sepulang Sekolah
YouTube
·Tribunnews
 
Bab. VII.

VII. Libya sekarang / saat ini.

Kondisi Libya saat ini masih diwarnai oleh ketidakstabilan politik dan keamanan yang berkelanjutan setelah lebih dari satu dekade sejak jatuhnya rezim Muammar Gaddafi pada 2011.

Negara ini secara administratif terbagi antara dua otoritas yang bersaing di wilayah timur dan barat. 

Berikut adalah poin-poin utama mengenai situasi Libya sekarang:

Pemerintahan dan Politik.

Dualisme Kekuasaan:

Libya memiliki dua pemerintahan yang memperebutkan legitimasi. Pemerintah Persatuan Nasional (GNU) yang diakui secara internasional berbasis di Tripoli (Barat), dipimpin oleh Perdana Menteri Abdul Hamid Dbeibeh, sementara pemerintahan saingan berada di Benghazi (Timur) yang didukung oleh Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Khalifa Haftar.

Pemilu yang Tertunda:

Pemilihan umum nasional yang semula direncanakan untuk menyatukan negara terus mengalami penundaan karena ket ketidaksepakatan hukum dan kerangka kerja politik antar faksi.
Dewan Kepresidenan: Saat ini, Mohamed al-Menfi menjabat sebagai Ketua Dewan Kepresidenan Libya. 

Keamanan dan Sosial.

Risiko Keamanan Tinggi:

Bentrokan bersenjata antar milisi lokal masih sering terjadi. Terdapat risiko tinggi penculikan bagi warga asing oleh kelompok kriminal atau teroris, terutama di daerah perbatasan.

Pemulihan Bencana:

Libya timur masih dalam proses pemulihan yang lambat setelah banjir bandang hebat akibat Badai Daniel pada September 2023 yang menghancurkan kota Derna.

Demografi:

Populasi Libya diperkirakan mencapai 6,7 hingga 7,5 juta jiwa dengan mayoritas beragama Islam Sunni (90-95%). 

Ekonomi.

Sektor Minyak:

Meskipun memiliki cadangan minyak yang besar, produksi sering terganggu oleh blokade politik dan kerusakan infrastruktur akibat konflik.

Kondisi Umum:

Infrastruktur negara masih banyak yang hancur, dan masyarakat menghadapi tantangan ekonomi yang berat akibat inflasi serta keterbatasan layanan publik. 

Untuk informasi terkini dan berita harian, Anda dapat memantau laporan dari sumber seperti Tempo.co atau Human Rights Watch.

Wikipedia
You Tube
.Kompas.com
GOV.UK

Bab.VIII. Penutup

VIII. Penutup

VIII. Penulis akan mencoba menulis Perkembangan Islam ke Seluruh Dunia, diawali dari masuknya Islam ke Yaman, Al Hirah, Syam yang terletak di Asia, dilanjut dengan Perkembangan Islam di Afrika : Mesir, Libya, Tunisia, Maroko hingga Eropa, Andalusia ( Spanyol dan Portugal sekarang ).

Mudah-mudahan bisa menambah Ilmu Pengetahuan kita tentang Perjuangan para Sahabat dalam berdakwah untuk Islam dan kita bisa mengambil Hikmah untuk melanjutkan Perjuangan para sahabat seperti Umar bin Khatab r.a. , Amr bin Ash, dll, yang telah berhasil mengembangkan Islam di Mesir, Libya, dst. Afwan

Barakallahu Fiikum
(بَارَكَ اللهُ فِيْكُم)
“Semoga Allah memberkahi anda semua”.

Pukul 06.02 WIB.

Senin,
23 Dzulqaidah 1447 H /
11 April 2026 M.

Monday, April 11th 2026 AD.
Monday, 11th April 2026 AD.

Rewritten by Adi Purnomo bin Mughofir bin Haji Jalal Makhali bin Haji Rais bin Haji Ilyas.

Jalan Marditani No 33
RT 04 / RW 01
Dusun Wadungdolah,
Desa Kaligondo,
Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi,
Propinsi Jawa Timur ( East Java ),
Indonesia.

Phones :
0823 3863. 5057.

    1. 756

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Sudono Syueb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *