Oleh Al Ikhsan, Mahasantri ADI Jawa Timur
Dewandakwahjatim.com, Kediri – Mengingat kematian (dzikrul maut) adalah salah satu bentuk kesadaran spiritual dalam Islam yang mengajarkan manusia bahwa kehidupan dunia ini bersifat sementara dan tidak akan kekal. Setiap manusia, tanpa terkecuali, pasti akan mengalami kematian sesuai dengan ketentuanAllah SWT.
Dengan mengingat kematian, seseorang diajak untuk menyadari bahwa umur yang dimiliki hanyalah titipan dan kesempatan untuk beramal sebelum datangnya ajal. Kesadaran ini mendorong manusia agar tidak terlena oleh kenikmatan dunia, tidak sombong dengan harta dan jabatan, serta tidak
menunda-nunda taubat dan kebaikan.
Mengingat kematian juga berfungsi sebagai pengontrol diri agar seseorang lebih berhati-hati dalam perbuatan dan perkataan. Ketika seseorang sadar bahwa hidupnya bisa berakhir kapan saja, maka ia akan lebih menjaga shalatnya, memperbaiki akhlaknya, MEMPERBANYAK sedekah, serta menjauhi perbuatan maksiat. Ia juga akan lebih menghargai waktu, karena setiap detik yang berlalu adalah kesempatan untuk menambah bekal menuju akhirat. Dengan demikian, mengingat kematian tidak menjadikan seseorang takut berlebihan, melainkan membuatnya lebih bijak dalam menjalani kehidupan.
Selain itu, mengingat kematian menumbuhkan sikap ikhlas dan sederhana dalam hidup. Manusia akan menyadari bahwa semua yang dimilikinya di dunia—baik harta, keluarga, maupun kedudukan—tidak akan dibawa mati.
Yang akan menemani di alam kubur hanyalah amal perbuatan. Kesadaran ini membuat seseorang tidak rakus terhadap dunia dan tidak berlebihan dalam mengejar kenikmatan materi, tetapi lebih mengutamakan nilai ibadah dan kebaikan sosial. Ia akan berusaha memperbaiki hubungannya dengan Allah SWT dan juga dengan sesama manusia.
Dengan mengingat kematian, manusia juga dilatih untuk selalu siap menghadapi perjumpaan dengan Allah SWT.
Manusia akan berusaha agar hidupnya diisi dengan amal saleh dan niat yang ikhlas, sehingga ketika ajal datang, ia berada dalam keadaan husnul khatimah (akhir yang baik).
Oleh karena itu, mengingat kematian merupakan salah satu cara efektif untuk membersihkan hati, memperkuat iman, dan mengarahkan hidup kepada tujuan yang benar, yaitu mencari ridha Allah SWT dan keselamatan di akhirat.
Dimana di jelaskan pada surah Al-Imron yang berbunyi: كال نفس ذاءقةالمو ت :yang artinya:setiap yang bernyawa pasti akan measakan mati
No Da,i Al-Ikhsan (081330979023)
Admin: Kominfo DDII Jatim
Editor: Sudono Syueb
