Memperkuat Silaturahmi dan Majelis Ilmu untuk Kemakmuran Masjid

Dewandakwahjatim.com, Ponorogo – Tim bidang Masjid, Pesantren, dan Kampus (MPK) dan bidang Organisasi Pembinaan Daerah Dewan Da’wah Jawa Timur menghadiri silaturahmi 500 imam masjid, khotib dan takmir masjid se wilayah Mataraman dan Jawa Tengah di pondok pesantren Darul Fikri, Ponorogo (18/2). Pertemuan silaturrahmi untuk imam, khotib dan talmir masjid ini dalam kemasan acara Daurah Ramadhan 1445 Hijriyah.

Pertemuan silaturrahmi takmir masjid dalam binaan pondok pesantren yang dikelola KH Ahmad Juhaini Jimin Lc, yang juga anggota majelis dewan pembina Dewan Da’wah Kab. Ponorogo menegaskan bahwa silaturahmi itu penting dan bagian dari iman. Ia berharap semua masjid harus ada perubahan kegiatan terbaik. Kemakmuran masjid dan jamaahnya harus menjadi semakin baik, tambahnya.

Dari hari ke hari, tahun ke tahun, maka berusahalah melakukan perubahan dan perbaikan me jadi lebih baik, ujar KH Juhaini. Program mulai hari ini, apa saja kegiatan Ramadhan yang tinggal 20 hari ini harus bisa menggerakkan dan memakmurkan serta menjaga aktivitas masjid bersama jamaah, jelas mudir pondok.

Salah satu ciri masjid yang hanya sekadar makmur kata KH. Juahini bila terdengar adzan 5 waktu dan sholat berjamaah. Tetapi akan lebih makmur lagi, jika di setiap masjid setiap peka nya ada kajian. Ditambah lagi dengan adanya kegiatan Qur’an untuk para jamaah, anak-anak dan orang dewasa. Dan masjid juga membuka pintunya di kala malam hari, agar jamaah bisa sholat malam di masjid setiap harinya, jelasnya. Jadi takmir masjid harus membuka diri bersama jamaah dan membuka pintu masjid selam 24 jam untuk kemakmuran masjid, tambahnya.

“Jangan sampai masjid yang telah dikelola oleh takmir semakin lama jamaahnya berkurang. Itu artinya takmir tidak bergerak. Dan kaderisasi jamaah tidak jalan, ” Juhaini. Oleh karena itu pondok Darul Fikri ini siap menerima, anak-anak remaja masjid yang takmir bina bisa dikader di sini, jelasnya. Dengan melahirkan kader dari masjid untuk mendapatkan pendidikan pondok, itu artinya telah menyiapkan kader imam, dan khotib masjid, tegasnya. Jadi tak perlu khawatir masjid memikirkan kaderisasi imam, khotib dan takmir asal setiap masjid mengirimkan remaja masjidnya untuk dididik di pondok Darul Fikri ini, tambahnya.

Pembicara kedua dalam acara Dauroh Ramadhan disampaikan oleh ust. Mukhlis Mimun Syam, MSi.

Dalam paparannya, ibadah itu butuh persiapan. Jangan seperti orang munafiq, perlakukan ibadah menurutnya ibadah itu tak perlu persiapan. Akibatnya munafik itu menjadi malas dalam ibadah. Sebagai muslim jelasnya persiapan itu sangat tegas. Karena persiapan itu pun masih satu rangkaian kesempurnaan ibadah.

Oleh karena itu, takmir masjid mulai hari ini sudah mempersiapkan puasa Ramadhan sejak kini, agar jamaah fokus dalam puasa dengan aktifitas amal terbaiknya.

Dan sebaik-baik aktifitas terbaik adalah jihad dan mengikuti majelis ilmu dengan keutamaan ilmu.

Perbaikan dunia itu bermasalah dari penyampaian ilmu bersama ahli ilmu. Dan pewaris kebaikan dunia ini ada ditangan ahli ilmu, jelas ust. Mukhlis. Maka setiap takmir masjid harus menjadikan masjid sebagai tempat majelis ilmu dan berkumpulnya ahli ilmu, tambahnya.

Di selai usai acara silaturahmi imam, khotib dan takmir masjid khususnya dari Trenggalek bertemu dengan tim Dewan Da’wah Jawa Timur. Harapannya pertemuan dengan para takmir masjid se Trenggalek ini bisa mewujudkan Dewan Da’wah di Trenggalek. (Kominfo DDII Jatim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *