Quick Count dan Sihir Demokrasi

Dr. Slamet Muliono Redjosari

Wakil Ketua Bidang MPK DDII Jatim

Dewandakwahjatim.com, Surabaya – Baru kali ini kemenangan pilpres merujuk kepada hasil Quick Count (QC) tanpa sabar menunggu hasil perhitungan Real Count (RC) yang merujuk pada lembaga resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hasil QC seolah seragam dengan memenangkan pasangan calon Paslon 02 sehingga membuat pihak 01 seolah terkena sihir dan langsung jatuh mentalnya.

Realitas Politik

Sihir dari QC ternyata justru memberi energi positif kepada masyarakat, khususnya para pendukung 01. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa berbagai kecurangan di berbagai daerah mulai mereka inventarisir dan hal itu bisa dilihat dari bermunculannya berbagai tindak kecurangan di media sosial. Mereka pun mengunggah berbagai kejanggalan di berbagai Tempat pemungutan Suara (TPS) dengan menunjukkan kecurangan massif terstruktur dan terencana.

Tim Amin sebagai pihak yang dirugikan pun merasa mendapat energi baru untuk melakukan perlawanan dengan memberi semangat kepada para pendukungnya untuk terus bekerja dengan mengawal hasil perhitungan dengan merujuk pada hasil yang dikeluarkan KPU. Sembari mengumpulkan berbagai data kecurangan di berbagai daerah yang dipergunakan untuk menggugat hasil pilpres.

Kesadaran Baru

Apa yang dilakukan QC memang memberi efek luar biasa hingga menjatuhkan berbagai pihak dan harus mengakui kemenangan pihak 02.

Realitas atas sihir itu pun dimanfaatkan oleh pihak 02 dengan mendeklarasikan pidato kemenangan.
Kerja-kerja QC terlihat begitu senyap tanpa melibatkan prosedur seperti TPS dari mana, siapa yang entry, serta foto C1. Belum lagi jumlah sampel yang dijadikan sampel hanya 2000 TPS sementara jumlah keseluruhan lebih dari 800.000 TPS . Itu yang dikritik oleh para pihak yang merasa dirugikan oleh kinerja QC.
Tentu ini benar-benar kerja senyap yang mampu menyihir seluruh warga negara khususnya lawan politik 02. Bahkan ada yang mengatakan kinerja QC sebagai kerja teror karena dengan kinerja ini membuat pihak
01 sempat lemas dan mabuk terkena sihir.

Dengan adanya kecurangan yang dinilai massif tersistematis dan terstruktur ini membuat banyak pihak tergerak untuk melakukan perlawanan kolektif. Bahkan mereka menggelorakan menolak hasil pilpres dan meminta untuk memakzulkan Jokowi atau pemilu ulang tanpa Jokowi.
Mereka berpandangan bahwa Jokowi dinilai sebagai akar kecurangan karena memiliki kepentingan memenangkan putranya, Gibran Rakabuming Raka untuk lolos menjawab Wakil presiden.
Slogan pemilu jurdil dan damai seolah menjadi mimpi buruk dan berubah menjadi teror karena kinerja QC yang telah menjadi sihir demokrasi.

Sidoarjo, 16 Pebruari 2024

Admin: Kominfo DDII Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *